Kendaraan Berat Masih Kuat Lewati Jembatan Alternatif di Maumere

Editor: Satmoko

345
Jembatan Nangameting di Kota Maumere yang berada di jalan nasional tran Flores sedang dibangun. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE – Jembatan alternatif di Jalan Bray Kota Maumere yang berusia tua dan berada di ruas jalan kabupaten masih kuat dilewati kendaraan dengan beban di bawah 70 ton. Namun pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati mengingat volume kendaraan yang melewatinya meningkat drastis. Apalagi di masa jelang Lebaran.

“Jembatannya masih kuat dan kami sudah melakukan survei serta mengecek kondisinya terlebih dahulu, sebelum memutuskan mengalihkan jalur lalu lintas melewati jalan ini,” sebut PPK 64 Maumere Waerunu, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi NTT, A.A. Gede Esa Aristadathu Sanjaya, Sabtu (9/6/2018).

Pihaknya, kata Agung, juga terus melakukan pemantauan dan bila volume kendaraan semakin meningkat maka pasti akan dibuatkan jalan darurat di samping jembatan tua tersebut untuk mencegah ambruknya jembatan dengan lebar 2,5 meter tersebut.

“Kalau memang terpaksa maka kami akan minta pihak kontraktor membuat jalan darurat dengan membuka jalur jalan di samping jembatan. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pemilik lahan dan sudah diizinkan,” bebernya.

Dikatakan Agung, sapaannya, memang kendaraan roda empat dari arah barat kota Maumere bisa diarahkan untuk melewati jalan alternatif di dekat pantai. Khususnya untuk angkutan kota dan bus beroda empat saja. Ini mengingat kondisi jalan tersebut merupakan jalan sementara atau darurat.

A.A. Gede Esa Aristadathu Sanjaya PPK 64 Maumere Waerunu, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi NTT. Foto : Ebed de Rosary

“Kalau roda enam baik bus dan juga truk serta truk kontainer kami arahkan untuk melewati jalan lingkar luar dan melewati Jalan Bray. Ini mencegah terjadinya kemacetan dan juga menjaga agar dua jembatan darurat di pesisir pantai tidak runtuh,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Agung, ada jalan tanjakan dan merupakan jalan tanah sehingga kendaraan roda enam baik bus dan truk serta kendaraan pengangkut kontainer kesulitan menanjak, bisa tergelincir. Jalannya pun sangat sempit sehingga pasti menimbulkan kemacetan.

Paulus Papo Belang, Ketua BPC Gapensi cabang Sikka juga berharap, agar PPK 64 Maumere Waerunu, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi NTT, selalu memantau kondisi jembatan ini guna mencegah ambruknya jembatan tersebut.

“Harus segera dibangun jalan alternatif sebab saya melihat kendaraan yang lewat di jembatan tersebut juga kendaraan dengan daya angkut besar. Jembatan tua tersebut memang dibangun bukan untuk dilewati kendaraan besar setiap harinya,” tuturnya.

Papo,  sapaanny,a menyarankan agar kendaraan pengangkut kontainer dan truk berbeban berat sebaiknya berhati-hati saat melintas di jembatan tersebut. Apalagi truk tanki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) berukuran besar agar tidak menimbulkan bahaya.

“Sebaiknya truk pengangkut barang dan pengangkut kontainer melintas di malam hari di atas pukul 22.00 WITA agar tidak mengganggu pengguna jalan lain serta tidak menimbulkan kemacetan. Juga mencegah terjadinya penumpukan kendaraan menjelang jembatan,” sarannya.

Baca Juga
Lihat juga...