banner lebaran

Kepadatan Mudik Sumatera Terlihat di Tol Cikupa

150
Ilustrasi antrean di gerbagn tol - Foto Dok. CDN

SERANG — Puncak arus mudik dari Jawa ke Sumatera melalui jalur darat sebagaimana yang diperkirakan oleh pemerintah pada Selasa malam mulai terlihat di pintu tol Cikupa.

Meski tidak menimbulkan antrean panjang di pintu tol Cikupa karena dimaksimalkannya semua pintu tol, termasuk yang mengunakan pintu tol vertikal, tetapi kepadatan kendaraan terlihat dengan panjangnya iring-iringan mobil pribadi dan bus menuju ke Merak.

Tanda-tanda kepadatan juga terlihat pada lokasi peristirahatan (rest area) di km 43. Lokasi parkir di rest area penuh, karena disamping untuk beristirahat lokasi itu juga memiliki fasilitas pembelian tiket Ferry yang difasilitasi oleh ASDP.

Pemudik yang membeli tiket di rest area seperti di km 43 mendapat fasilitas jalur khusus untuk masuk ke Ferry, namun hal itu belum menjadi jaminan akan mendapat perlakuan khusus yang disegerakan untuk masuk ke kapal. Karena dinamika di lapangan bisa berubah sehingga terkadang petugas di pelabuhan memperlakukan mereka sama dengan pemudik yang membeli tiket di Pelabuhan Merak.

Puncak arus mudik dari Jawa ke Sumatera sudah di prediksi oleh pemerintah, karena 12 Juni adalah hari terakhir sejumlah pegawai perusahaan swasta bekerja, sehingga malam harinya merupakan kesempatan pertama bagi mereka untuk segera pulang ke kampung halaman di Sumatera.

Di sisi lain, Selasa malam (12/6) atau H-3 merupakan waktu terbaik bagi para pemudik yang harus menempuh jarak jauh ke kampung halamannya di Sumatera seperti Padang, Jambi dan Pakanbaru yang membutuhkan waktu satu hari lima jam, jika berjalan terus-menerus atau dua hari satu malam bagi kendaraan pribadi yang membutuhkan waktu istirahat.

Pukul 22.46 di kilometer 49 terjadi kepadatan yang membuat antrean, disebabkan oleh bus yang mogok di bahu jalan. Tingginya intensitas kendaraan menjadikan kondisi luar biasa seperti bus mogok di bahu jalan bisa menjadi penyebab antrian panjang.

Sebagian pemudik berkendaraan pribadi menjadikan atap mobilnya sebagai tempat menampung bawaan seperti tas, kardus, dan barang lainnya. Sebagian besar mobil pribadi tersebut bernomor polisi B, F, A dan nomor polisi dari daerah lainnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.