Khatib: Teori Sesat Membahayakan NKRI

Editor: Koko Triarko

237
KUPANG – Ribuan umat Muslim mengikuti Salat Ied yang dilaksanakan di lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (15/6/2018).
Khatib Ustad Nurdin Abdullah, dalam kotbahnya mengingatkan umat Muslim, agar selalu bertakwa kepada Allah SWT, dengan mulai menginfakkan sebagian harta yang dimiliki, baik dalam keadaan bahagia, berlimpah maupun dalam keadaan susah.
“Sudahkah kita meraih ketakwaan kita di bulan suci Ramadan? Kalau sudah kita raih, berarti kita bisa mempertanggungjawabkan itu di hadapan Allah. Tapi, kalau belum, maka berusahalah dengan terus melakukan dengan hati yang ikhlas dan capailah itu di bulan suci Ramadan berikutnnya,” pesannya.
Dalam ketakwaan, terang Nurdin, ada beberapa sifat yang turut melengkapi, yakni pertama menginfakkan sebagian hartanya serta kedua tidak marah secara berlebihan, karena marah  yang berlebihan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan yang ada.
“Kemarahan akan menghilangkan segala kebaikan yang sudah dilakukan selama kita hidup. Dan, ketiga harus memaafkan, sebab memberi maaf bukan sesuatu yang merendahkan martabat, tetapi mengangkat martabat sesorang,” tegasnya.
Orang yang bertakwa, tandas Nurdin, akan dengan mudah memaafkan orang lain untuk kesalahan yang telah diperbuat, tapi orang yang belum bertakwa akan lebih memilih kalimat tiada maaf bagimu. Ini terjadi karena ada  ego yang tinggi dalam diri seseorang.
”Ego yang berlebihan akan menimbulkan perbuatan-perbuatan negatif, sama dengan kemunafikan. Sebagai umat Islam, kita tidak boleh fanatik terhadap sesuatu, karena itu tindakan yang tidak terrpuji,” ungkapnya.
Akhir- akhir ini, lanjut Nurdin, negeri kita dihadapkan dengan persoalan perusakan rumah-rumah ibadah yang dilakukan oleh orang yang ego dengan diri sendiri dan tidak memikirkan orang lain. Teori sesat yang dianut bisa membahayakan NKRI, sehingga mari kita berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan dengan hati, memaafkan dengan hati serta memberi dengan hati.
“Tidak ada manusia yang suci dan sempurna dan dosa serta  kekeliruan akan tetap ada, tetapi bagimana umat menyelesaikan itu dengan taubat yang sungguh kepada Allah, dan Allah akan sangat senang, jika umatnya mau bertaubat. Untuk itu, bertaubatlah  dan kita harus menjadi umat yang bertakwa kepada Allah,” pintanya.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, meminta agar segenap warga masyarakat Kota Kupang untuk tetap menjaga semangat toleransi antarumat beragama, yang sudah tumbuh dan berjalan dengan baik selama ini.
“Tentu akan dibutuhkan kerja sama semua pihak, karena konsistensi kenyamanan dan kedamaian menjadi tanggung jawab bersama. Kota Kupang merupakan daerah berbasis Kristen, namun demikian fanatisme yang ada di setiap pemeluk agama Kristen tidak serta merta meluluh-lantakkan kepercayaan penganut agama lainnya,” ucapnya.
Toleransi yang dibangun, tegas Jefri, telah cukup memberikan ruang bagi penganut agama lain, terutama umat Muslim, di mana selama bulan Ramadan terus menjalankan ibadah puasanya dengan aman, nyaman dan penuh kedamaian.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.