Klepon, Kue Tradisonal Khas Muncul di Saat Ramadan

Editor: Satmoko

395

LAMPUNG – Maraknya penjual menu berbuka puasa dengan berbagai kuliner kerap memunculkan sejumlah penganan tradisional salah satunya klepon.

Mujani (18) salah satu warga asal Bengkulu yang berjualan menu berbuka puasa (takjil) menyebut menjual sejumlah kuliner tradisional. Kuliner tradisional yang dijual di antaranya kelepon yang juga disebutnya kue mol mol, naga sari, jejorong, rujak tahu dan minuman cendol serta es kelapa muda.

Wanita yang berjualan takjil di Jalan Lintas Timur tepatnya di depan objek wisata Menara Siger tersebut mengaku hampir tiga pekan berjualan. Klepon menjadi salah satu kue tradisional yang diburu warga untuk menu berbuka puasa.

Tekstur lembut berbahan baku ketan dan pewarna alami tersebut diakuinya menjadi pelengkap minum kolak saat berbuka puasa. Bentuknya yang dibentuk seperti bola bola kecil bertabur parutan kelapa menjadi ciri khas kue klepon.

“Pada hari biasa kue ini memang menjadi jajanan pasar sehingga kerap ditemukan pada sejumlah pasar tradisional,saat bulan suci ramadan dijual sebagai kuliner takjil,” terang Mujani salah satu penjual takjil saat ditemui Cendana News di komplek wisata Menara Siger baru-baru ini.

Mujani melayani pembeli yang menyukai klepon. Foto Henk Widi

Mujani menuturkan, kelembutan kue klepon akan terasa saat digigit dengan cita rasa khas parutan kelapa gurih,bola ketan yang pulen dan gula kelapa di dalamnya. Proses pembuatan kue klepon menurutnya cukup mudah di antaranya berbahan tepung beras ketan, pasta pandan, tepung beras biasa, gula merah, garam dapur halus,daun pandan dan kelapa.

Tepung beras dan tepung ketan yang disiapkan diakui Mujani selanjutnya diadon dengan air mendidih ditambah garam,pasta pandan hingga adonan kalis. Adonan yang sudah kalis dibentuk menjadi pipih dan diberi isian gula merah yang telah disisir hingga berbentuk bulatan.

Setelah bulatan selesai dibuat proses pembuatan selanjutnya bisa direbus pada air mendidih atau dikukus hingga matang.

“Dalam kondisi hangat setelah ditiriskan bulatan klepon digulingkan pada parutan kelapa yang sudah diberi garam,” beber Mujani.

Kue klepon atau disebut mol-mol di daerah Bengkulu disebut Mujani selanjutnya diwadahi dalam plastik mika bening. Kue klepon tersebut diisi sebanyak 10 bulatan lengkap dengan taburan parutan kelapa dan siap dijual setiap sore.

Mujani mengaku menyediakan sebanyak 100 bungkus klepon dengan wadah berisi 10 klepon seharga Rp5.000 dan wadah berisi 20 klepon seharga Rp10.000 setiap wadah. Sehari ia memastikan bisa menjual sekitar 90 bungkus klepon bahkan kerap habis terjual.

Sehari berjualan kue klepon dan beberapa kuliner tradisional diakui Mujani dirinya bisa memperoleh omzet berkisar Rp500.000 hingga Rp750.000. Hasil penjualan sejumlah kue tradisional tersebut diakuinya dipergunakan untuk keperluan hari raya Idul Fitri.

Wanita yang mengenyam pendidikan SMK Kejuruan tata boga tersebut bahkan mengaku kerap berjualan sejumlah kuliner tradisional sebagai sumber penghasilan dan untuk biaya melanjutkan kuliah.

Jono (40) salah satu warga Bakauheni menyebut kue klepon ketan dengan taburan parutan kelapa menjadi kue favoritnya. Sebagai jajanan tradisional dengan bahan bahan alami kue klepon pada hari biasa kerap ditemukan di penjual jajanan pasar. Saat bulan Ramadan ia memilih kue klepon karena memiliki tekstur lembut yang cocok untuk membatalkan puasa.

Salah seorang penggemar klepon sedang menyantap dengan lahap. Foto: Henk Widi

“Saat digigit di dalamnya ada gula merah pengganti energi yang hilang saat puasa dan cocok dimakan sama kolak atau es buah,” tutur Jono.

Kue klepon disebut Jono yang dibuat dengan pewarna daun suji serta daun pandan diakuinya bahkan cukup menggugah selera. Aroma wangi daun pandan dan isian gula aren menjadi salah satu alasan Jono membeli kue tradisional tersebut bersama dengan kue lain sebagai menu berbuka puasa.

Banyaknya pedagang kuliner saat bulan suci Ramadan disebutnya menjadi kesempatan untuk berburu sejumlah kue tradisional yang kadang muncul hanya saat bulan puasa.

Baca Juga
Lihat juga...