Korcam STBM: Enam Desa di Tanjungbintang Sudah Bebas dari BABS

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

190

LAMPUNG — Mengubah kebiasaan warga dalam aktifitas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi Koordinator Kecamatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Korcam STBM) Tanjungbintang, Lampung Selatan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pelatihan instalasi jamban sehat hingga berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Warsito (55), Korcam STBM menyebutkan, BABS mengganggu kesehatan lingkungan yang akan berdampak kepada sektor lain termasuk gizi buruk dan gangguan kesehatan. Perlu adanya upaya massif dalam mengubah kebiasaan masyarakat.

Disebutkan, mengentaskan BABS di 16 desa, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, TNI, Polri dan sejumlah tentara STBM. Berbagai kegiatan pun dilakukan, milai dari sosialisasi, pelatihan warga dalam pembuatan closet, hingga pemberian bantuan material pembuatan jamban sehat.

“Target kecamatan untuk bisa mengentaskan beberapa desa dari buang air besar sembarangan kami lakukan bertahap, tugas kordinator kecamatan di antaranya mendampingi masyarakat dalam pembuatan septic tank hingga bisa digunakan sebagai tempat buang air besar yang layak,” terang Warsito saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (8/6/2018).

Pentingnya STBM disebut Warsito mulai diterapkan oleh masyarakat dengan dukungan lintas sektoral termasuk pihak desa. Bersumber dari dana desa, bantuan stimulan diberikan melalui penyediaan material berupa closet, semen, besi dan pipa pvc.

Bantuan material tersebut diakuinya sangat membantu warga dalam mempercepat proses swasembada wc yang dilakukan secara mandiri. Pendampingan dari instansi terkait ikut membantu program pemerintah dalam meminimalisir warga yang melakukan BABS.

kloset leher angsa
Warsito mendampingi pengecatan kloset leher angsa [Foto:Ist/Henk Widi]
Menjadi korcam sejak tahun 2017, Warsito yang dibantu oleh Hartinah selaku petugas kesehatan lingkungan (Sanitarian) Puskesmas Tanjungbintang sebanyak 6 desa dalam rentang enam bulan mulai diverifikasi dan dinyatakan bebas dari BABS.

Selain itu, ia juga menerangkan, sistem kerja tim STBM di kecamatan Tanjungbintang dilakukan dengan cara ”gerbong jalan” dengan target desa desa lain bisa bebas BABS pada akhir 2018.

“Kami memiliki target dua desa setiap bulan agar enam belas desa di kecamatan Tanjungbintang bisa bebas dari buang air besar sembarangan,” beber Warsito.

Pendampingan ke masyarakat dilakukan dengan cara terjun ke rumah rumah warga yang belum memiliki jamban sehat dan memberikan pelatihan pembuatan instalasi yang mudah, murah berstandar kesehatan yang baik.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.