KPK Beri Izin Keluarga Kunjungi Tersangka Korupsi Saat Lebaran

Editor: Koko Triarko

226
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan kesempatan bagi keluarga tahanan kasus korupsi untuk dikunjungi. Namun, KPK memberikan batasan waktu kunjungan hanya berlaku selama dua hari, yaitu saat Lebaran Hari Raya Idul Fitri pertama dan kedua.
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengatakan, keluarga diberikan kesempatan untuk mengunjungi tahanan kasus korupsi di sejumlah Rumah Tahanan (Rutan) selama dua hari, yaitu tanggal 1 hingga 2 Syawal.
“Namun, penetapan 1 Syawal 1439 Hijiriah masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah”, jelasanya, kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/6/2018).
Ia juga menjelaskan, bahwa saat lebaran ini waktu kunjungan keluarga lebih panjang jika dibandingkan jadwal kunjungan hari-hari biasa. Jika biasanya waktu berkunjung hanya sekitar dua jam, namun saat lebaran bisa sampai tiga jam.
Menurut Febri, ada sedikit perbedaan waktu kunjungan antara hari pertama dengan hari kedua. Hari pertama, jadwal kunjungan lebih pagi mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 11:30 WIB, sedangkan hari kedua jadwal kunjungan agak siang, mulai pukul 10:00 WIB hingga pukul 13:00 WIB.
Selain memberikan kesemptan berkunjung khusus saat lebaran, KPK juga memberikan kesempatan kepada keluarga tahanan berkunjung secara rutin atau reguler.
Kunjungan rutin sudah dijadwalkan waktunya, yaitu setiap Senin dan Kamis mulai pukul 10:00 WIB hingga pukul 12:00 WIB.
Kunjungan keluarga tersebut hanya dikhususkan untuk para tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi  yang masih menjalani masa penahanan sementara atau yang dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta.
Sedangkan untuk para tahanan atau terpidana korupsi yang telah diputus bersalah dan telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), dipastikan sudah tidak lagi ditahan di Rutan KPK. Mereka telah dipindahkan atau dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas.
Lapas Sukamiskin yang terletak di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu Lapas yang dihuni para tahanan atau terpidana kasus korupsi.
Mereka sebelumnya pernah merasakan ditahan di Rutan KPK selama beberapa bulan sebelum divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
Ada sejumlah terpidana kasus korupsi kelas kakap yang menghuni Lapas tersebut, salah satunya adalah Setya Novanto. Yang bersangkutan  telah divonis bersalah, terlibat dalam kasus korupsi proyek pengaadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau KTP-El.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.