KPK Eksekusi Terpidana Korupsi Izin Transmart Cilegon

Editor: Mahadeva WS

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat (29/6/2018), mengeksekusi atau memindahkan lokasi tempat penahanan dua terpidana korupsi perizinan pembangunan pusat perbelanjaan Transmart di Cilegon Banten.

Kedua terpidana, Ahmad Dita Prawira dan Hendri di pindahkan penahanannya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Serang, Banten. Sebelumnya, kedua terpidana tersebut menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta. Pemindahan dilakukan setelah perkaranya dinyatakan inkrah atau telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Kedua terpidana kasus korupsi suap perizinan pembangunan pusat perbelanjaan Transmart di Cilegon, Banten, Jumat (29/6/2018) dieksekusi ke Lapas Serang,” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Jumat (29/6/2018).

Keputusan hukum yang tetap untuk kedua tersangka telah dikeluarkan Mahkamah Agung (MA). Terpidana Dita telah terbukti bersalah dan divonis hukuman penjara selama lima tahun dan denda Rp225 juta subsider dua bulan kurungan. Vonis tersebut, masih lebih rendah dari tuntutan JPU KPK yaitu delapan tahun penjara dan denda Rp225 juta.

Sementara terpidana Hendri terbukti bersalah dan divonis penjara empat tahun dan denda Rp200 juta subsider satu bulan kurungan. Vonis tersebut juga lebih rendah dari tuntutan JPU KPK yaitu lima tahun penjara denda Rp200 juta.

Kasus korupsi tersebut terungkap saat petugas KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK menangkap dan mengamankan Tubagus Iman Ariyadi yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Cilegon. Di saat hampir bersamaan, KPK juga menangkap dan mengamankan sejumlah pihak lainnya yang diduga terlibat, masing-masing Ahmad Hendri, Bayu Dwinanta Utama dan Tubagus Danny Sugihmukti.

Mereka diduga menerima uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi. Suap tersebut diduga bertujuan untuk memuluskan perizinan terkait Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan pusat perbelanjaan Transmart.

Petugas KPK berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai Rp700 juta dan Rp800 juta. Uang tersebut diduga sengaja disamarkan karena ditransfer ke rekening atas nama Cilegon United Football Club, sebuah klub sepak bola lokal di Kota Cilegon, Banten.

Lihat juga...