KPK Finalisasi Berkas Perkara Tersangka KTP-El

Editor: Koko Triarko

595
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA – Berkas perkara dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik yang menjerat tersangka Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dipastikan hampir selesai atau lengkap (P21), dan akan segera dilimpahkan ke penuntutan.
Selain itu, penyidik KPK juga sedang merampungkan berkas perkara tersangka KTP-El lainnya, yaitu atas nama Made Oka Masagung. Saat ini, kedua tersangka tersebut masih menjalani masa penahanan sementara, dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta.
“Berkas perkara pemeriksaan dalam kasus KTP-El untuk tersangka Irvanto sedang dalam tahap penyelesaian yang dilakukan penyidik KPK, karena mengingat masa  penahanan Irvanto juga hampir habis awal Juli 2018 mendatang”, jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Selasa (26/6/2018).
Menurut Febri, dalam kasus korupsi KTP-El yang menjerat Irvanto dan Made Oka, penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan terhadap 115 saksi. Menurut rencana, setelah menyelesaikan berkas perkara Irvanto, penyidik KPK juga segera menyelesaikan berkas perkara Made Oka.
Febri Dianysah menjelaskan, setelah berkas perkara kedua tersangka tersebut selesai dan dilimpahkan, maka  penyidik KPK segera melakukan penyelidikan tahapan babak baru terkait kasus dugaan korupsi KTP-El. Tidak tertutup kemungkinan, dalam waktu dekat akan ada tersangka baru.
KPK menduga, proyek tersebut  berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun. Biaya pembuatan KTP-El diduga sengaja digelembungkan atau di-mark-up, sehingga anggarannnya membengkak, sehingga tidak sesuai dengan rencana semula.
Menurut laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), proyek tersebut telah menghabiskan amggaran keuangan negara sebesar Rp5,9 triliun. Pembiayaan proyek pengadaan KTP-El diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2011-2012.
“Diharapkan dalam waktu dekat, akan dimulai proses penyelidikan atau pengembangan kasus korupsi KTP-El, tidak tertutup kemungkinan sejumlah saksi yang sebelumnya pernah diperiksa bisa saja akan dipanggil kembali, namun hal tersebut tergantung apakah keterangan mereka masih dibutuhkan penyidik KPK”, kata Febri Diansyah.
Sementara itu, tersangka Irvanto diduga telah menerima dan mengumpulkan uang yang berasal dari aliran dana KTP-El sebesar 3,5 juta Dolar Amerika. Sedangkan tersangka Made Oka diduga menerima dan mengumpulkan uang sebesar 3,8 juta USD.
Total uang tunai yang berhasil dikumpulkan kedua tersangka tersebut mencapai Rp7,3 juta USD. Uang itu kemudian diberikan kepada tersangka lainnya, yaitu Setya Novanto (Setnov), secara bertahap.
Saat ini, Setnov telah dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga
Lihat juga...