banner lebaran

KPK Kembalikan Uang Hasil Korupsi Rp221 Miliar

Editor: Koko Triarko

209
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan sejumlah uang yang disita dari penanganan sejumlah perkara tindak pidana korupsi (Tipikor). Salah satunya dari kasus korupsi Antonius Tonny Budiono (ATB), mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengatakan, total uang tunai yang telah diserahkan mencapai Rp221 miliar. Pengembalian uang tersebut sebagai pemulihan aset yang bertujuan untuk mengembalikan potensi kerugian keuangan negara akibat kasus korupsi berupa penerimaan suap atau gratifikasi.
“KPK dalam hal ini melalui Unit Kerja Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi), telah menyetorkan atau mengembalikan sejumlah uang kepada negara sebagai bagian dari pemulihan aset atau asset recovery, dari dua kasus perkara korupsi yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap”, kata Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (8/6/2018).
Menurut Febri Diansyah, pemulihan aset tersebut tersebut merupakan bagian dari pemasukan penerimaan negara bukan pajak (PNPB).
Febri Diansyah merinci, uang yang telah dikembalikan kepada negara tersebut berasal dari  uang hasil rampasan negara, uang denda dan uang pengganti. Pemerimaan uang tersebut berasal dari dua kasus korupsi, masing-masing dari tersangka Irman dan Sugiharto, dalam kasus korupsi KTP-El dan Antonius Tonny Budiono.
Febri Diansyah menjelaskan, perkara Irman dan Sugiharto telah diputus berdasarkan putusan  Mahkamah Agung (MA) Nomor 430K/Pid.Sus/2018 Tanggal 30 April 2018.
Irman telah melunasi kewajiban membayar uang denda sebesar Rp500 juta, uang pengganti sebesar 500 ribu Dolar Amerika (USD) dan Rp1 miliar yang seluruhnya telah dikembalikan kepada negara.
Uang rampasan yang telah dikembalikan kepada negara dari kasus Irman dan Sugiharto mencapai Rp206.667.361.241,10. Sementara dari Sugiharto hingga saat ini baru menyetorkan uang penganti sebesar 400  ribu USD dan Rp310 juta, sedangkan sisa uang yang belum dilunasi akan dibayarkan kemudian.
Untuk kasus perkara Antonius Tonny Budiono, telah diputus berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat Nomor2/Pid.Sus/TPK/2018/PN Jakarta Pusat Tanggal 16 Mei 2018.
Menurut Febri Diansyah, yang bersangkutan telah melunasi kewajibannya dengan membayar denda sebesar Rp300 juta. Uang tersebut juga telah dikembalikan kepada negara.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.