KPK Periksa Lima Orang dari Unsur DPR Terkait KTP-El

Editor: Koko Triarko

170
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto Dok. CDN
JAKARTA – Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, baik yang masih aktif maupun nonaktif, hari ini menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018).
Setidaknya, lima orang datang memenuhi undangan pemeriksaan oleh penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Nasional (KTP-El).
Lima  orang tersebut masing-masing Agung Gunandjar Sudarsa (Anggota Komisi III DPR RI), Melchias Marcus Mekeng (mantan Ketua Banggar DPR RI), Mirwan Amir (mantan Wakil Ketua Banggar DPR RI) dan Khatibul Umam Wiranu (mantan Anggota Komisi I DPR RI) dan Arif Wibowo (Anggota DPR RI).
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengatakan, kelima orang tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-El.
Febri Diansyah juga mengatakan, ada satu orang saksi lainnya tidak datang, yaitu Bambang Soesatyo (Bamsoet) politikus Partai Golkar yang juga menjabat sebagai  Ketua DPR RI. Sementara saat dikonfirmasi wartawan, Bamsoet mengaku tidak bisa datang hari ini, karena alasan kesibukan sebagai Ketua DPR RI.
Keterangan sejumlah saksi diperlukan penyidik KPK untuk melengkapi berkas perkara pemeriksaan tersangka Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Dari keterangan saksi-saksi nanti akan terungkap peran dan tugas kedua tersangka proyek pengadaan KTP-El tersebut.
Tersangka Made Oka diduga telah menerima sejumlah aliran dana yang diduga berasal dari proyek pengadaan KTP-El sebesar 3,8 juta USD. Sedangkan tersangka Irvanto diduga menerima sebesar 3,5 juta USD.
Total uang yang berhasil dikumpulkan tersangka Made Oka dan Irvanto sebesar 7,3 juta USD. Uang tersebut diduga diberikan kepada tersangka Setya Novanto, sebagai commitment fee untuk memuluskan pembahasan hingga penganggaran proyek pengadaan KTP-El.
Setya Novanto pernah menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR RI periode 2009 hingga 2014.
Proyek tersebut telah menghabiskan anggaran keuangan negara sebesar Rp5,9 triliun, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2011-2012. Namun, anggaran proyek tersebut diduga dikorupsi sehingga berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.