KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pemkab Tulungagung

Editor: Satmoko Budi Santoso

727
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur, hingga saat ini masih diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK terus melakukan pengembangan penyelidikan dalam kasus tersebut, termasuk di antaranya menelusuri terkait adanya aliran dana yang diduga berasal dari tersangka Susilo Prabowo.

Susilo diketahui merupakan seorang kontraktor yang sering memenangkan sejumlah lelang tender proyek pembangunan di lingkungan Pemkab Tulungagung.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengatakan, KPK sedang melakukan penyelidikan sekaligus menelusuri aliran dana dari tersangka Susilo Prabowo. “Khususnya dalam kasus dugaan korupsi sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Tulungagung, Jawa Timur,” jelasnya di Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Menurut Febri, sedikitnya ada 4 orang saksi yang sempat menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan. Satu orang diperiksa di Gedung KPK Jakarta. Sedangkan 3 orang lainnya diperiksa di Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Tulungagung.

Tersangka Susilo, Direktur Utama (Dirut) PT. Modenan Teknik Perkasa diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka lainnya yaitu Agung Prayitno. Sedangkan 3 lainnya berasal dari unsur swasta, yaitu pegawai bank dan keluarga yang bersangkutan.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap sejumlah saksi maupun tersangka tersebut sebenarnya merupakan pengembangan pascakegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar petugas KPK di sejumlah lokasi di Kota Blitar dan Tulungagung.

KPK telah menetapkan 2 pejabat penyelenggara negara atau kepala daerah, masing-masing Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar. Selain itu, KPK juga menetapkan 4 tersangka lainnya yaitu Susilo Prabowo, Agung Prayitno, Bambang Purnomo, dan Sutrisno.

Susilo diduga telah memberikan sejumlah uang kepada M. Samanhudi Anwar sebesar Rp1,5 miliar yang diduga sebagai suap atau gratifikasi. Uang tersebut merupakan commitment fee terkait proyek pembangunan Gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Blitar dengan nilai kontrak sebesar Rp23 miliar.

Susilo juga memberikan sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi kepada Syahri Mulyo sebesar Rp1 miliar. Uang tersebut diberikan Susilo melalui perantaraan Agung Prayitno sebagai commitment fee atau imbalan terkait sejumlah proyek pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Tulungagung.

Hingga saat ini keenam orang tersangka yang terjaring OTT Blitar dan Tulungagung sudah ditahan penyidik KPK. Mereka menjalani penahanan sementara di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta sambil menunggu berkas perkaranya selesai selanjutnya siap dilimpahkan ke penuntutan atau persidangan.

Baca Juga
Lihat juga...