KPU Sikka Kekurangan 12.000 Lembar Surat Suara

Editor: Koko Triarko

222
MAUMERE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Sikka, masih kekurangan 12.000 lembar surat suara untuk pemilihan kepala daerah bupati dan wakil bupati di kabupaten Sikka, yang pencoblosannya akan berlangsung pada 27 Juni 2018.
“Surat suara telah kami terima sebanyak 92 dos, yang dikirim oleh PT.Temprina Media Grafika menggunakan kargo pesawat Nam Air dari Surabaya, tiba di bandara Frans Seda Maumere kemarin, Senin (11/6),”  jelas Fery Soge, juru bicara KPU Sikka, Selasa (12/6/2018).
Juru bicara KPU kabupaten Sikka, Fery Soge. -Foto: Ebed de Rosary
Dari 92 dos tersebut, kata Fery, semuanya dimasukkan ke dalam 31 karung. Masing-masing dos terdapat 2.000 lembar surat suara, sementara satu dos lainnya berisi 1.448 lembar surat suara.
Dengan demikian, total surat suara yang diterima KPU kabupaten Sikka sebanyak 183.448 lembar surat suara.
“Kita masih kekurangan 12 ribu lembar surat suara, dan kami sudah menghubungi distributornya dan diperkirakan besok Rabu (13/6/2018) semua surat suara yang kurang sudah bisa tiba di Maumere,” ungkapnya.
Sementara, surat suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi NTT terang Fery, sampai saat ini pihaknya belum menerimanya. Untuk surat suara yang telah diterima pihaknya akan melakukan penyortiran untuk mengetahui kondisi surat suara.
“Kami akan lakukan penyortiran surat suara yang sudah masuk, agar bisa diketahui kondisi surat suara tersebut, agar bila ditemukan kerusakan atau kekurangan, bisa segera diminta penambahannya,” tuturnya.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Sikka, Kompol Siprianus Abatan, kepada Cendana News di bandara Frans Seda Maumere saat pengawalan proses penerimaan dan pengantaran surat suara ke KPU Sikka, menjelaskan, pihaknya ditugaskan untuk mengawal surat suara.
“Kapolres memerintahkan dilakukan pengawalan dan pengamanan logistik Pilkada, sehingga kami mengerahkan delapan personel bersenjata untuk melakukan pengamanan distribusi logistik Pilkada,” terangnya.
Pengawalan surat suara, tegas Siprianus, bukan saja saat tiba di bandara hingga ke KPU Sikka. Namun juga saat proses penyortiran surat suara, termasuk distribusi logistik ke 21 kecamatan di kabupaten Sikka hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) nantinya.
“Kita berharap, agar proses penyortiran dan distribusinya berjalan lancar, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat menimbulkan terjadinya kekacauan. Tugas polisi mengamankan, agar proses pemungutan suara nantinya bisa berjalan dengan aman, lancar, jujur, adil dan demokratis,” pungkasnya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.