banner lebaran

KPU Sikka Lakukan Pengepakkan Surat Suara

Editor: Koko Triarko

232
MAUMERE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Sikka sejak Senin hingga Rabu (18-20/6/2018) masih melakukan pengepakkan logistik Pilkada, baik Pilkada kabupaten Sikka maupun Pilkada Gubernur NTT.
“Semua logistik sedang dimasukkan ke dalam kotak suara yang ada, sesuai jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 555,” ungkap juru bicara KPU Sikka, Fery Soge, Rabu (20/6/2018).
Menurut Fery, pengepakkan dilaksanakan oleh karyawan dan petugas KPU Sikka. Sebelum semua logistik surat suara, dokumen dan formulir dimasukkan ke dalam kotak suara, terlebih dahulu dihitung ulang untuk memastikan kembali jumlahnya sudah sesuai.
“Semua proses pengepakkan selalu diawasi dan dipantau oleh Panwaslih Sikka, aparat kepolisian dan juga dari Kodim 1603 Sikka, untuk memastikan agar tidak ada pelanggaran yang dilakukan dan ada oknum lain yang berada di lokasi pengerjaan,” terangnya.
KPU Sikka, sebut Fery, masih menunggu kekurangan surat suara untuk Pilkada gubernur NTT  sebanyak 100 lembar. Juga sampul surat suara Pilgub NTT yang belum dikirim sama sekali dari percetakan di Surabaya.
Yani Making, anggota DPRD Sikka, berharap agar KPU Sikka harus benar-benar netral dan tidak memihak salah satu dari tiga paslon bupati dan wakil bupati Sikka dan empat paslon gubernur dan wakil gubernur NTT.
“KPU harus menjaga netralitas, sebab masyarakat dalam debat paslon mulai menduga KPU telah bersikap tidak netral dan memihak salah satu paslon. Pertanyaan yang diajukan saat debat juga bukan mengenai visi misi paslon tetapi menanyakan tentang isu yang berkembang di masyarakat,” ungakpnya.
Pertanyaan yang diajukan tim panelis, menurutnya, juga terlihat tidak berbobot dan menggali tentang apa yang sudah dikerjakan calon petahana, bukan mengggali lebih jauh visi misi paslon, agar rakyat bisa mengetahuinya dan menjatuhkan pilihan pada paslon yang dianggap mampu.
Yani meminta, agar segenap tim dari paslon bupati dan wakil bupati Sikka serta gubernur dan wakil gubernur NTT harus mengawasi kinerja KPU Sikka. Pamwaslih Sikka juga harus tegas dalam mengambil keputusan, agar pelaksanaan pencoblosan dan perhitungan suara bisa berjalan dengan aman, lancar, jujur dan adil.
“Masyarakat harus ikut mengawasi jalannya proses pemungutan suara dan pencoblosan. Bila ada kecurangan bisa segera melaporkan kepada Panwaslih Sikka, agar secepatnya ditindak lanjuti,” pintanya.
Di kantor KPU Sikka, aparat Polisi dan TNI AD terlibat melakukan segel dan menggembok kotak suara untuk pilkada bupati dan wakil bupati Sikka yang sudah diisi logistiknya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.