KSKP Bakauheni Amankan Tiga Pencuri Dalam Kapal

Editor: Koko Triarko

437
LAMPUNG — KSKP Bakauheni berhasil mengamankan tiga tersangka pencurian di dalam Kapal Roll on Roll off (Roro) lintasan Merak-Bakauheni. Tiga tersangka berhasil dibekuk dengan barang bukti uang tunai yang diambil dari kendaraan di atas kapal.
Kepala KSKP Bakauheni, Ajun Komisaris Polisi Tresno Sigit, mengatakan, tiga tersangka ditangkap setelah turun dari kapal Panorama Nusantara yang berlayar dari dermaga tiga pelabuhan Merak, dan sandar di dermaga tiga pelabuhan Bakauheni.
Tiga tersangka yang diamankan, yakni Rizal alias Bombom (30), Lubis alias Heri Codet (32) dan Junaidi alias Oyong (30) yang dibekuk saat akan turun dari kapal.
Kepala KSKP Bakauheni, AKP Trisno Sigit [Foto: Henk Widi]
Ketiga tersangka diamankan setelah mendapat laporan adanya korban pencongkelan kendaraan di kapal, dan setelah diperiksa sejumlah uang, raib. Saat dilakukan penggeledahan, dari tangan para tersangka berhasil diamankan uang tunai sebesar Rp3 juta.
Aksi para tersangka dilakukan dengan modus menjadi penumpang kapal dari pelabuhan Merak dan melakukan aksi pencurian di dalam kapal.
“Para tersangka diamankan petugas dengan barang bukti uang tunai hasil kejahatan yang dilakukan di dalam kapal. Aksi ini sudah cukup meresahkan penumpang kapal,” terang AKP Trisno Sigit, saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (7/6/2018).
Saat diinterogasi polisi, para tersangka mengaku memanfaatkan momen keramaian arus angkutan lebaran yang mulai marak. Banyaknya penumpang yang sudah melakukan perjalanan angkutan lebaran dari pelabuhan Merak ke Bakauheni, menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan. Sebab, berdasarkan hasil pengembangan, meski tiga pelaku sudah diamankan, ada dua pelapor lain di kapal yang kehilangan uang total Rp7 juta.
Menurut AKP Tresno Sigit, penumpang itu naik kapal dari pelabuhan Merak tujuan pelabuhan Bakauheni. Modus para pelaku dalam aksi kejahatan dilakukan dengan menggunakan kunci letter T.
Imbasnya, dua pemilik kendaraan L 300  mengalami kerugian berupa uang tunai sebesar Rp7 juta. Korban  yang enggan disebut namanya tersebut, langsung melaporkan peristiwa tersebut ke KSKP Bakauheni.
AKP Trisno Sigit, menyebut operasi khusus dilakukan dalam operasi Ketupat Krakatau 2018, guna mengamankan masyarakat dari kejahatan konvensional, sebagaimana imbauan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Kejahatan konvensional antara lain, copet, jambret, tukang hipnotis, pembiusan dan lain lain. Atensi khusus dari Kapolri tersebut dilakukan, karena kejahatan konvensional saat lebaran berpotensi mengancam masyarakat.
General Manager PT. ASDP Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto, menyebut aksi kriminalitas yang terjadi di Kapal Roro sudah diantisipasi. Khusus di delapan kapal milik PT. ASDP, katanya, sudah dipasang fasilitas closed circuit television (CCTV) dan petugas security di kapal. Khusus untuk kapal kapal milik swasta, ia telah memberi imbauan kepada pemilik kapal untuk meningkatkan keamanan di dalam kapal.
“Selama angkutan lebaran, fokus pengamanan di kapal terus kita lakukan untuk memberi kenyamanan bagi pemudik,” beber Anton Murdianto.
Ia pun mengapresiasi pihak kepolisian yang telah melakukan pengamanan di areal pelabuhan dalam angkutan lebaran. Di dalam setiap kapal, juga ada pengamanan dari petugas TNI dan POLRI untuk pengamanan di dalam kapal.
Baca Juga
Lihat juga...