Ladeni Timnas U-19, PSS Jadikan Ajang Evaluasi

Editor: Satmoko

214
Seto Nurdiyantara, Pelatih PSS Sleman. Foto: Sodik

SLEMAN – PSS Sleman memasang target khusus pada laga uji coba kontra Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, nanti malam. PSS bakal menjadikan laga itu sebagai evaluasi pembenahan tim sepekan terakhir setelah resmi ditangani Seto Nurdiyantara.

Seto sebelumnya menjadi caretaker setelah pelatih kepala Herri Kiswanto mengundurkan diri menyusul hasil kurang memuaskan yang diraih Super Elang Jawa. Namun sepekan terakhir, Seto resmi didaulat sebagai pelatih kepala tim kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS).

“Agenda uji coba lawan Timnas U-19 sangat penting buat kami. Kami akan banyak belajar bagaimana coach Indra Sjafri meracik tim,” ucap Seto Nurdiyantara, Sabtu (2/5/2018).

Eks pelatih PSIM Yogyakarta itu mengungkapkan, saat meladeni skuad Garuda Muda, ia ingin melihat progres tim setelah menjalani pembenahan dalam sepekan terakhir. Paga laga itu, ia tidak akan melihat pemain yang selama ini menjadi starter atau pelapis, melainkan pemain secara keseluruhan.

Asisten Pelatih Timnas U-19, perwakilan pemain dan Pelatih PSS berfoto sebelum tanding nanti malam. Foto: Sodik

Karena itu, ia pun akan mencoba seluruh pemain yang dimilikinya. “Kalau ada progres pemain, tentu itu akan bagus. Tapi kalau ternyata tidak, itu menjadi evaluasi mandiri bagi pemain bersaangkutan. Semua pemain kami perlakukan sama, tidak dibeda-bedakan,” katanya.

Seto mengungkapkan, mengubah skema permainan sesuai keinginannya tidak mudah dilakukan. Namun demikian perlahan ia akan mengubah skema itu agar sesuai dengan apa yang diinginkan. Apalagi, tim masih memiliki waktu cukup sebelum kompetisi Liga 2 kembali dilanjutkan.

Sementara Miftahudin, asisten pelatih Timnas U-19 mengungkapkan, laga kontra PSS akan menjadi ajang ujian kesiapan anak asuhnya sebelum turun di Piala AFF dan AFC. Laga itu, kata dia, sekaligus untuk melihat hasil pembenahan kesalahan saat Garuda Muda meladeni Persis Solo.

“Pembelajaran dari laga di Solo kami perbaiki di Sleman. Tim masih butuh jam terbang lebih banyak agar benar-benar siap di Piala AFF dan AFC nanti sehingga bisa memberi kebanggaan bagi bangsa,” ucap asisten pelatih yang juga anggota Polisi Militer aktif tersebut.

Menurut Miftahudin, dari laga kontra Persis Solo, organisasi permainan dan transisi menjadi fokus pembenahan. Pembenahan sektor ini akan kembali dilihat saat meladeni PSS Sleman. Uji coba, lanjut dia, juga akan dimaksimalkan untuk menjajal pemain yang belum mendapat kesempatan dan memiliki jam terbang rendah.

Baca Juga
Lihat juga...