Lebaran, Objek Wisata di Sumbar Diawasi Ketat

Editor: Mahadeva WS

223

PADANG – Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sumatera Barat (Sumbar) meningkatkan pengawasan seluruh objek wisata yang ada di daerah tersebut.

Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sumbar, Zul Aliman/Foto: M. Noli Hendra

Hal itu dilakukan merespon kebiasaan, Idul Fitri di Sumbar identik dengan masyarakat pulang kampung. Aktivitas mudik tersebut akan mendorong peningkatan pengunjung di obyek wisata.

“Lokasi wisata menjadi objek pengawasan yang paling diperketat. Pasalnya, tingkat keramaian pengunjung saat lebaran akan membludak. Masyarakat banyak yang pulang kampung otomatis mereka akan berkunjung ke lokasi wisata,” ujar Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sumbar, Zul Aliman, Senin (4/6/2018).

Pengawasan dilakukan agar masyarakat yang berwisata merasakan kenyamanan dan keamanan. Terutama keamanan dan kenyamanan dari tindakan kriminal. Upaya pengamanan sudah dikoordinasikan dengan Pol PP di setiap Kabupaten dan Kota. “Kita ingin masyarakat yang berlibur saat Idul Fitri dikampungnya merasakan kenyamanan dan keamanan,” katanya.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta, kabupaten dan kota untuk membenahi objek wisata yang ada di wilayahnya. Hal tersebut dibutuhkan untuk menyambut kedatangan masyarakat yang merayakan Idul Fitri di kampung halamannya.

“Kabupaten dan kota mesti membenahi infrastruktur yang ada. Terutama, toilet mesti ada. Jangan sampai ada lokasi wisata yang tidak ada toiletnya. Kemudian, kebersihan mesti dijaga. Karena kebersihan itu akan membuat kenyamanan masyarakat yang berkunjung,” tuturnya.

Diharapkan, keamanan masyarakat terjaga saat berwisata. Jangan sampai masyarakat ada yang mengalami tindakan kejahatan saat berlibur di Sumbar. “Yang penting harus diperhatikan tarif makanan, tanya dulu berapa per-porsi makannya. Sebab, tahun lalu, ada wisatawan yang merasa dirugikan dengan tarif makanan yang mahal, padahal sajian makanan hanya sederhana,” sebut Nasrul.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian menyebut, tidak ada kebijakan khusus untuk pengawasan. Namun ada himbauan secara resmi dari Gubernur Sumbar untuk Pemerintah Kabupaten dan Kota, supaya mengingatkan setiap pengelola wisata, untuk menetapkan tarif yang wajar.

“Kebijakan khusus tidak ada, tapi kalau ada pengunjung yang merasa dirugikan di lokasi wisata, bisa menyampaikannya kepada petugas pengamanan yang ada di lokasi wisata,” tegasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk