Lebaran, Pedagang Bunga di Mataram Ramai Pembeli

174
Ilustrasi ziarah makam - Foto Dokumentasi CDN

MATARAM – Menjelang Idul Fitri 1439 Hijruah, pedagang bunga di Permakaman Umum Karang Medain, Kota Mataram, Nusa Tengara Barat, ramai pembeli. Sekira 20 pedagang menyediakan bunga tabur untuk para peziarah.

Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa yang hanya beberapa orang saja. “Menjelang Lebaran bisa tiga kilogram terjual. Kalau hari biasa paling banyak setengah kilogram,” kata I Nengah Sukarning, salah seorang pedagang bunga di TPU Islam Karang Medain, Kota Mataram, Kamis (14/6/2018).

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak usia SD hingga SMP juga ikut memanfaatkan momen tahunan tersebut. Mereka berebut menawarkan bunga kepada peziarah yang datang. Bahkan meski peziarah belum turun dan memarkir sepeda motor atau mobil para pedagang sudah mengkerubuti untuk menawarkan dagangannya.

Tiga kantong plastik berisi beberapa jenis bunga ditawarkan dengan harga Rp5.000. Namun peziarah juga bisa membeli satu kantong plastik seharga Rp2.000. Pemakaman umum muslim di Karang Medain, mulai ramai didatangi para peziarah sejak H-10 Idul Fitri.

Sejak hari itu, warga sekitar yang mayoritas pemeluk agama Hindu memanfaatkan momen dengan cara berjualan bunga kepada peziarah untuk ditabur di atas makam keluarganya. “Biasanya puncak ramai peziarah setelah selesai shalat hari raya. Dan akan berlanjut hingga satu hari setelahnya,” tutur I Nengah Sukarning, yang sudah berjualan bunga di permakaman umum muslim Karang Medain, sejak puluhan tahun silam.

Tidak hanya penjual bunga, warga juga memperoleh pendapatan dengan menjadi tukar parkir musiman. Misalnya, Made Sukarta. Pria lanjut usia ini mengaku bisa memperoleh pendapatan hingga lebih dari Rp100 ribu per hari. “Tahun ini, jumlah yang jadi tukang parkir banyak. Tapi tidak sampai rebutan ‘lahan’, masih tertib,” tutur Made Sukarta, yang berharap para peziarah akan semakin ramai setelah shalat Idul Fitri.

Dalam ajaran Islam, ziarah adalah mengunjungi, mendoakan keluarga, kerabat, atau para ulama yang berpengaruh pada penyebaran Islam. Umat Muslim tidak sekadar berkunjung dan menaburkan bunga di makam, tetapi juga mengirimkan doa, melantunkan ayat suci Al Quran, bershalawat, membaca tahlil, tahmid dan takbir. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.