hut

Lebaran, Pemain PSIM Yogya Dijatah Libur 10 Hari

Editor: Satmoko

Bona Simanjuntak, Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta. Foto: Sodik

YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta meliburkan pemainnya untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 2018. Namun, PSIM tidak memberi jatah libur terlalu lama. Skuad Laskar Mataram hanya dijatah berlibur selama 10 hari saja dan kembali berkumpul pada 20 Juni mendatang.

“Pemain kumpul lagi tanggal 20. Libur 10 hari saya rasa sudah cukup. Setelah itu kita langsung latihan lain persiapan melanjutkan kompetisi,” ucap pelatih PSIM Yogyakarta, Bona Simanjuntak, Minggu (10/6/2018).

Menurut Bona, setelah libur Lebaran skuad asuhannya masih memiliki waktu cukup untuk melakukan persiapan melanjutkan kompetisi. Di mana, setelah Lebaran PSIM akan kembali bertanding pada 3 Juli menjamu Martapura FC di Stadion Sultan Agung Bantul

Selain itu, persiapan juga dilakukan untuk menyambut gelaran Piala Indonesia. Pada turnamen itu, Bona bakal mencoba memaksimalkan pemain pelapis yang selama ini jarang mendapat kesempatan dipasang sebagai starter. Dengan begitu, gap dengan pemain inti tidak terlalu jauh.

“Bulan Juli jadwal kita banyak. Dengan Piala Indonesia, kita akan melakoni tujuh laga. Sehingga nanti kita akan coba lakukan rotasi. Kita beri kesempatan pemain pelapis biar bisa merasakan atmosfer pertandingan, biar kualitasnya bisa setara,” jelas Bona.

Terkait latihan pascaliburan, Bona memastikan bakal ada latihan khusus terutama berkaitan dengan peningkatan fisik. Sebab, kondisi fisik yang belum optimal sempat membuat tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident kedodoran di awal kompetisi.

“Fisik sempat jadi kendala di awal kompetisi. Nanti setelah Lebaran dicek lagi oleh pelatih fisik. Kami juga berpesan selama liburan agar berhati-hati dengan makanan. Pemain harus bisa menjaga kondisi karena saat lebaran godaan dari makanan sangat besar,” terangnya.

Disinggung hasil serangkaian road show yang dilakoni Laskar Mataram pada bulan puasa ini, Bona menegaskan, road show hanya dimanfaatkan untuk pemantapan tim. Sebab kualitas lawan yang dihadapi jauh di bawah PSIM. Sehingga pressure yang diberikan pun tidak sesuai harapan.

Pressure lawan kurang karena mereka kualitasnya jauh di bawah kita. Jadi laga yang kemarin-kemarin itu hanya untuk pemantapan tim saja,” pungkasnya.

Lihat juga...