Lebaran Topat, PNS di Mataram tak Dapat Dispensasi

254
Ilustrasi -Dok: CDN
MATARAM – Pegawai Negeri Sipil di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tidak mendapat dispensasi untuk merayakan “Lebaran Topat” yang jatuh pada Jumat (22/6) esok.
“Sampai saat ini belum ada petunjuk dan kebijakan dari kepala daerah, jadi besok (Jumat,22/6) PNS Pemko Mataram tetap masuk sesuai dengan jam kerja yang berlaku,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati, di Mataram, Kamis (21/6/2018).
Lebaran Topat merupakan salah satu tradisi di Pulau Lombok yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri, dengan kegiatan ziarah makam, selakaran, zikir dan ditutup dengan bersantai ke sejumlah objek wisata di daerah ini.
Namun, libur dan cuti berasama Idul Fitri yang diberikan pemerintah sudah cukup panjang, sehingga pegawai negeri sipil (PNS) diharapkan bisa disiplin dan merayakan Lebaran Topat setelah jam kerja berakhir.
“Untuk pengawasan, kami serahkan ke pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), selain itu kita pantau dari absensi fingerprint,” katanya.
Menyinggung tentang tingkat kehadiran PNS setelah libur dan cuti bersama Idul Fitri 1439 Hijriah, Nelly menyebutkan, tingkat kehadiran PNS di hari pertama masuk kerja mencapai 98 persen.
“Kehadiran PNS yang mencapai 98 persen di hari pertama masuk kerja, termasuk tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Sisanya, lanjut Nelly, dua persen mereka ada yang cuti melahirkan dan sakit. Namun demikian, dari hasil rekap absensi yang dilakukan terbukti ada yang tidak masuk tanpa keterangan.
“Jumlahnya tidak signifikan, dan kami akan laporkan terlebih dahulu kepada pejabat pembina kepegawaian (PPK),” katanya.
Untuk sanksi, sepenuhnya akan menjadi kewenangan PPK sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, dengan tingginya tingkat kehadiran PNS pada hari pertama masuk kerja itu, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana urung melakukan inspeksi mendadak (sidak).
“Awalnya, Pak Wali mau sidak, tetapi dengan melihat kehadiran PNS pada hari pertama yang cukup tinggi, beliu urung sidak,” katanya.
Dikatakan, pada hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, jajaran pemerintah kota setelah melakukan apel pagi langsung menggelar halalbihalal.
Halalbihalal diikuti oleh Pjs Wali Kota Mataram, bersama pejabat di jajaran pemerintah kota dengan semua pegawai di lingkup Pemerintah Kota Mataram.
“Kegiatan halalbihalal pada hari pertama masuk kerja, sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun sebagai ajang saling maaf-memaafkan dan mempererat silaturahmi,” ujarnya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...