Libur Lebaran, Omzet Usaha Kuliner, Meningkat

Editor: Satmoko Budi Santoso

240

LAMPUNG – Arus mudik Lebaran 2018 yang masih mengalir selama dua pekan terakhir memberi dampak bagi sejumlah pemilik usaha di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Pemilik usaha kuliner di Jalan Lintas Timur, Manohara (40) menyebut, selama arus mudik dirinya menyiapkan menu hasil olahan laut. Berbagai jenis hasil olahan ikan laut yang disediakan di resto apung miliknya di antaranya ikan bakar, pindang hingga otak-otak.

Selama arus Lebaran terutama arus mudik dan arus balik, Manohara memastikan permintaan akan kuliner kerap diminta pemudik. Pemudik asal pulau Jawa ke Sumatera banyak yang melakukan perjalanan dan singgah ke usaha kuliner miliknya. Saat arus balik, permintaan akan kuliner boga bahari (sea food) terjadi saat sarapan, makan siang dan makan malam.

Pendapatan dari usaha kuliner boga bahari, disebut Manohara, saat hari biasa hanya berkisar Rp2 juta per hari, sebaliknya selama angkutan Lebaran mencapai Rp3 juta per hari.

Kenaikan omzet usaha kuliner hanya berlangsung selama dua pekan seiring meningkatnya arus kendaraan yang melintas di Jalan Lintas Timur Lampung. Meski berlangsung hanya dua pekan, omzet yang lumayan diakuinya bisa dipergunakan untuk pengembangan usaha kuliner yang menjadi mata pencaharian baginya selama lima tahun.

Ida Ayu Kartika menghidangkan menu makanan tradisional bagi pengunjung [Foto: Henk Widi]
“Sepanjang bulan Ramadan kemarin sempat terjadi penurunan omzet tetapi selama arus mudik dan balik Lebaran mulai ada kenaikan omzet. Sebab sehari kendaraan yang melintas bisa mencapai ribuan kendaraan di lintas Timur,” terang Manohara, salah satu pemilik usaha kuliner di Jalan Lintas Timur saat ditemui Cendana News, Sabtu (23/6/2018).

Manohara menyebut, selama kondisi cuaca kurang bagus dengan perairan Selat Sunda tidak bersahabat, bahan baku didatangkan dari lahan tambak terutama jenis ikan bandeng, kepiting dan udang.

Harga menu kuliner boga bahari, disebut Manohara, relatif lebih tinggi dibandingkan menu lain dengan rata-rata harga Rp18.000 hingga Rp30.000 per porsi. Jaminan kesegaran kuliner yang dijualnya bahkan membuat ia menyediakan lokasi penangkaran lobster serta keramba ikan untuk kesegaran ikan alami yang akan disajikan.

Libur Lebaran dengan arus mudik dan balik yang terjadi di sepanjang Jalan Lintas Sumatera juga berimbas bagi Kedas Cafe yang berada di Jalinsum KM 03 Bakauheni.

Keramaian di objek wisata pantai Belebug memberi dampak positif pemilik usaha penjualan kuliner dan oleh-oleh [Foto: Henk Widi]
Warung berkonsep modern tersebut menyajikan kuliner tradisional. Sebagaimana pengakuan Ida Ayu Kartika selaku kasir di kafe tersebut. Menu kuliner tradisional yang disediakan di antaranya tempe penyet, ayam penyet, ayam kalasan, sop ikan serta berbagai jenis minuman tradisional.

“Berbagai menu kuliner banyak diminta oleh warga yang singgah untuk istirahat di antaranya jenis menu kuliner tradisional lengkap dengan minuman,” terang Ida Ayu Kartika.

Kafe penyedia berbagai menu kuliner tradisional tersebut berlokasi berada 3 kilometer dari pelabuhan Bakauheni. Penyediaan lokasi tempat singgah, homestay, tempat cuci kendaraan, bengkel hingga fasilitas bank memberi dampak usaha kuliner semakin ramai dikunjungi.

Dibandingkan hari biasa, Ida Ayu Kartika menyebut, jumlah kunjungan ke Kedas Cafe cukup meningkat. Rata-rata sehari pada hari normal pengunjung hanya 50 orang.

Libur Lebaran dengan arus mudik dan balik Lebaran juga ikut berdampak pada pemilik usaha kuliner di Pantai Belebug Desa Totoharjo.

Suminah, salah satu pedagang kuliner tradisional jenis pecel, es kelapa muda serta ikan bakar memastikan penjualan kuliner meningkat saat libur Lebaran. Berbagai jenis kuliner yang kerap dicari oleh wisatawan merupakan kuliner tradisional yang bisa dibuat dengan cepat hasil dari pertanian warga.

Suminah menyebut, saat hari normal, dirinya hanya memperoleh hasil dari penjualan kuliner berkisar Rp50.000 per hari. Saat libur Lebaran dengan berjualan kuliner dirinya bisa memperoleh omzet Rp500.000 per hari saat jumlah kunjungan meningkat.

Selain kuliner sejumlah suvenir berupa gantungan kunci dan kaos lokasi wisata menjadi penambah penghasilan selama libur Lebaran tahun ini.

Lihat juga...

Isi komentar yuk