Libur Panjang, Pantai di Lombok Ramai Kunjungan

Editor: Satmoko Budi Santoso

229

LOMBOK – Libur Lebaran selain dimanfaatkan sebagai momen berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga, juga benar-benar dimanfaatkan sebagian warga di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk melakukan liburan bersama keluarga ke sejumlah objek wisata pantai.

Pantai Cemara Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, misalnya, setiap libur panjang selalu ramai oleh kunjungan warga yang hendak menghabiskan libura bersama keluarga, dari pagi hingga sore.

Suasana alam terbuka dan masih alami menjadi alasan warga memilih kawasan Pantai Kuta termasuk Pantai Cemara sebagai pilihan melakukan liburan, dari sekadar jalan-jalan menikmati keindahan pantai, hingga mandi pantai dan bermain pasir.

“Kalau Pantai Kuta memang menjadi pantai tujuan terbesar masyarakat setiap libur panjang, karena suasana alamnya masih alami dan terbuka,” kata Hidayaturrahmi, warga Kota Praya, Lombok Tengah, Sabtu (16/6/2018).

Hidayaturrahmi (kiri) saat liburan di Pantai Cemara Lombok/Foto: Turmuzi

Selain itu Pantai Cemara dan beberapa pantai lain yang masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika juga menjadi tujuan favorit. Sebab kondisi gelombang airnya lebih tenang sehingga aman untuk mandi pantai, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Disamping memang pemandangan pantai yang indah, dengan pasir putih dan air laut berwarna biru bersih menjadikan nyaman untuk mandi, tanpa merasa enggan atau khawatir dengan sampah yang mengotori.

“Kalau dibandingkan dengan pantai lain, Pantai Cemara sangat cocok dan asyik sebagai tujuan liburan keluarga,” katanya.

Sumiati, warga lain mengaku, sudah tiga kali liburan Lebaran, kawasan Pantai Kuta termasuk Pantai Cemara menjadi tujuan bersama keluarga dan warga lain di kampungnya.

Liburan biasa dilakukan secara beramai-ramai dengan menggunakan kendaraan pick up, dari pagi hingga sore, membawa bekal dari rumah berupa jajanan maupun nasi dengan lauk seadanya.

“Liburan biasanya dilakukan selama seharian penuh, dari pagi hingga sore, biar puas, maka membawa bekal sendiri, sebagai pesangon selama di pantai,” demikian cerita Sumiati.

Lihat juga...

Isi komentar yuk