Malam Takbiran, Arus Pemudik Masih Terlihat di Pelabuhan

Editor: Makmun Hidayat

348

LAMPUNG — Memasuki sehari jelang lebaran (H-1) Idul Fitri 2018, arus kedatangan penumpang pejalan kaki dari Jawa ke Sumatera masih terlihat hingga malam takbir, Kamis malam (14/6/2018).

Meski tidak seramai hari sebelumnya hingga malam takbir, ratusan pemudik pejalan kaki masih terlihat turun dari Kapal Roro di tiga dermaga Pelabuhan Bakauheni.

Sejumlah penumpang pejalan kaki mengaku memilih pulang saat malam takbir dengan alasan menghindari kemacetan di jalan dan berdesakan di kapal.

Nindya (30), bersama dua rekannya menyebut sengaja pulang ke Lampung pada malam takbir menghindari kemacetan. Meski demikian, ia mengaku sudah mengantisipasi ketiadaan kendaraan ngkutan dari terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni.

Kendaraan motor yang sudah menjemput di pelabuhan disebutnya menjadi solusi agar ia bisa melanjutkan perjalanan tanpa menggunakan kendaraan angkutan umum.

“Biasanya saya minta dijemput karena pulang saat malam lebaran berisiko tidak ada angkutan umum, kalaupun ada tarifnya bisa naik dua kali lipat sehingga saya meminta dijemput,” terang Nidya, salah satu pemudik asal Jawa tujuan Lampung saat ditemui Cendana News di Gangway Dermaga Dua, Pelabuhan Bakauheni, Kamis malam (14/6).

Nindya menyebut merayakan malam lebaran di atas KMP Raputra Jaya 888 bahkan ikut mengumandangkan takbir di atas kapal. Perjalanan mudik bertepatan dengan malam takbir diakuinya sudah dilakukan sejak dua kali lebaran.

Saat malam lebaran ia mengaku di dalam kapal hanya didominasi oleh penumpang dalam kendaraan. Sementara penumpang pejalan kaki lebih sedikit dibandingkan hari hari sebelumnya.

Sejumlah kursi di dek penumpang yang biasanya penuh bahkan diakuinya hanya terisi oleh puluhan penumpang pejalan kaki. “Perjalanan lebih longgar bahkan tidak perlu berdesakan di kapal sementara di jalan juga tidak macet,” beber Nindya.

Berdasarkan rekapitulasi data harian angkutan lebaran 2018 (1439 H) jumlah penumpang menyeberang ke Bakauheni pada H-1 lebaran (14/6) berjumlah 147.593 orang.

Jumlah tersebut menurut Rudy Mahmudi selaku manager usaha pelabuhan terdiri dari sebanyak 121.927 penumpang dalam kendaraan, sebanyak 25.666 orang penumpang pejalan kaki. Kendaraan roda dua diseberangkan sebanyak 13.807 orang, kendaraan roda empat sebanyak 15.668 unit.

Loket penjualan tiket pejalan kaki terlihat lengang pada malam lebaran – Foto: Henk Widi

Meski terlihat lengang, namun pelayanan Pelabuhan Bakauheni pada malam lebaran berdasarkan pantauan Cendana News masih berjalan normal. Sejumlah penumpang pejalan kaki asal pulau Sumatera bahkan terlihat masih melakukan perjalanan pada malam hari.

Sebanyak lima loket penjualan tiket pejalan kaki terlihat dioperasikan melayani pemudik asal Sumatera yang memilih perjalanan saat malam lebaran.

“Selama hampir lima jam terakhir malam ini pembeli tiket pejalan kaki kurang dari seratus orang,”terang Maya, salah satu petugas penjualan tiket.

Sepinya arus penumpang dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya pada malam lebaran disebut Maya berbeda dibandingkan hari sebelumnya. Sejak H-8, ia menyebut dalam satu jam loket penjualan tiket bahkan bisa melayani ratusan orang.

Saat arus mudik sebanyak 5 loket tiket pejalan kaki disiapkan dan saat arus balik dengan prediksi lonjakan penumpang direncanakan sebanyak 10 loket akan disediakan.

Sementara itu, penjagaan aparat gabungan dari TNI AL, Polri dan Brimob bahkan masih disiagakan di area Pelabuhan Bakauheni. Sejumlah aparat gabungan yang tengah bersiaga, memanfaatkan mushola Pelabuhan Bakauheni untuk menjalankan salat dan takbir.

Beberapa petugas yang disiagakan di Pelabuhan Bakauheni diantaranya disiagakan di posko terpadu, area terminal dan sejumlah titik hingga arus balik lebaran.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.