Malam Takbiran, KRL Beroperasi Normal

Editor: Mahadeva WS

340

JAKARTA – Di malam takbiran menyambut Idul Fitri, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tetap melayani pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL).

Manager Komunikasi PT KAI Commuter Line Jabodetabek, Eva Chairunisa mengatakan, KRL Commuter Line Jabodetabek dipastikan tetap beroperasi normal di malam takbiran. Tidak ada perubahan atau penyesuaian jadwal perjalanan di hari tersebut. “Selama moment libur lebaran termasuk pada saat malam takbiran KRL beroperasi normal,” ujar Eva kepada Cendana News, di Jakarta Pusat, Kamis (14/6/2018).

Selama libur lebaran termasuk pada malam takbiran, KRL beroperasi normal dengan 928 perjalanan per hari. Keberangkatan kereta pertama tetap pada pukul 04.00 WIB dan keberangkatan terakhir pada Pukul 23.35 WIB. KRL Jakarta Kota-Bogor terakhir pukul 23.45 WIB, sedangkan KRL Jakarta-Bekasi 22.54 WIB dan Tanah Abang Serpong 23.30 WIB. “Meski tidak ada perubahan jadwal, ada beberapa perjalanan KRL yang nantinya akan disesuaikan jadwalnya,” ujarnya.

Untuk menjaga keamanan Eva mengimbau,  pengguna Commuter Line untuk tidak membawa barang bawaan yang mudah terbakar dan membahayakan. “Pada malam takbiran pemeriksaan barang bawaan juga akan ditingkatkan, pengguna juga dihimbau tidak membawa barang bawaan yang mudah terbakar seperti petasan, kembang api dan lainnya,” tuturnya.

PT KCI menambah personel pengamanan, pelayanan, serta membuka posko angkutan lebaran yang diikuti seluruh karyawan.  233 unit vending machine, 192 loket manual, dan 38 loket portable di 79 stasiun juga disediakan. Loket portabel disiapkan di stasiun yang berpotensi mengalami kenaikan penumpang.

Di Stasiun Bogor disiapkan sembilan unit, di Bekasi dua unit, Jakarta Kota empat unit, dan Rangkasbitung tiga unit. Untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan pengguna jasa di sejumlah stasiun, PT KCI juga melakukan penambahan fasilitas maupun petugas untuk pelayanan dan keselamatan.

Penambahan petugas di sejumlah stasiun padat penumpang dilakukan, dengan sistem bergantian mengikuti posko Lebaran 2018. “Sehingga, apabila terjadi kepadatan di stasiun, petugas di lapangan dapat langsung mengatur alur penumpang,” ucap dia.

Untuk mengurangi antrian di loket maupun vending machine, pengguna dapat memilih untuk membeli Tiket Harian Berjaminan (THB) yang dapat dibeli langsung untuk perjalanan Pergi Pulang (PP). Perlu diperhatikan bahwa THB PP ini hanya berlaku untuk pengguna yang stasiun tujuannya saat berangkat sama dengan stasiun keberangkatannya saat akan kembali pulang.

“Para pengguna THB maupun KMT juga tidak perlu khawatir ketika mengalami salah relasi ataupun saldo kurang saat hendak keluar di stasiun tujuan. Para pengguna cukup mengakses layanan penyelarasan tarif (fare adjustment) yang tersedia melalui mesin, loket, maupun akan dibantu oleh petugas,” katanya.

Pengguna KRL selama masa angkutan lebaran, sebagian besar adalah pengguna yang tidak rutin naik KRL. Biasanya para pengguna berjalan dalam bentuk kelompok atau rombongan besar. Tujuan para pengguna utamanya adalah untuk bersilaturahmi ke saudara atau mengunjungi tempat-tempat wisata.

Dengan karakteristik tersebut, pengguna perlu memperhatikan sejumlah hal agar perjalanan bersama keluarga tetap aman dan nyaman. KRL sebagai transportasi publik, dipakai sekitar satu juta orang per hari. Partisipasi pengguna dengan tidak makan, minum, dan membuang sampah sembarangan di dalam KRL sangat penting. Sampah sebaiknya disimpan hingga menemukan tempat sampah di stasiun tujuan.

Pengguna juga diimbau untuk menjaga ketertiban bersama dengan memahami dan mengikuti aturan serta tata tertib yang ada. Aturan tersebut termasuk pembelian dan penggunaan tiket, ukuran barang bawaan, serta selalu memberikan tempat duduk bagi para pengguna prioritas seperti ibu hamil, ibu dengan bayi dan balita, orang lanjut usia, serta pengguna dengan disabilitas.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.