Manisnya Berbuka dengan Martabak Donat Solo

Editor: Satmoko

533

SOLO – Bulan Ramadan menjadi ladang berkah tersendiri bagi pengusaha kuliner di Kota Solo, Jawa Tengah. Di kota yang tak pernah sepi dengan wisatawan yang ingin memanjakan lidah ini dapat ditemui berbagai pusat makanan khas Kota Bengawan.

Saat bulan puasa, ada kuliner baru yang menggoda selera. Terlebih untuk buka puasa, kuliner yang diberi nama martabak donat (mardon) sangat direkomendasikan dengan rasa manis yang dominan.

Selain dipastikan lezat, mardon juga memilki banyak varian rasa yang cocok bagi pecinta kuliner dengan bahan tepung dan telur tersebut.

Pemilik Mardon, Iwan Kriswanto. Foto Harun Alrosid

Pemilik mardon, Iwan Kriswanto menceritakan, awal ketertarikan menjajakan kuliner  satu ini berawal dari hobi. Pria ini  sejak muda mengaku hobi membuat kue donat. Dari pengalaman inilah ia mencoba mencari sensasi baru yang disesuaikan dengan tren generasi saat ini.

“Kebetulan di Solo nama martabak sudah tak asing lagi. Saya coba gabungkan antara martabak dengan kue donat. Jadilah martabak donat ini,” kata Iwan di galerinya, Sabtu (2/6/2018).

Pria 43 tahun ini mengaku membuka galeri yang berada di kawasan Kerten, Solo, baru Februari 2018, lalu. Meski tergolong belum lama, namun antusias penikmat martabak donat tak kalah bagus.

Bahkan, dalam perkembangannya, ia terus tertantang mencari berbagai variasi rasa. “Saat ini sudah ada 20 varian rasa martabak donat. Ada green tea, coklat, abon, strawberry, mangga, caramel, keju dan 13 rasa varian lainnya,” urainya.

Untuk membuat martabak donat, menurut Iwan tidaklah sulit. Bahan-bahan yang disiapkan juga sama dengan membuat martabak pada umumnya. Seperti tepung terigu, gula pasir, telur, mentega, susu cair, pewarna makan serta topping.

“Setelah bahan-bahan tersedia, tinggal memasukkan dalam adonan dan dicetak. Setelah matang tinggal diberi variasi rasa,” imbuhnya.

Untuk bisa menikmati kuliner yang satu ini tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Ada varian harga sehingga pelanggan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.

Untuk paket ekonomis, satu pack isi 3 martabak donat dijual dengan harga Rp 13.000. Sedangkan paket sedang dengan isi 6 martabak donat dijual dengan harga Rp 25.000. “Kalau yang porsi besar juga kita sediakan. Yakni Rp 45 ribu dengan isi 12 pcs,” tandasnya.

Galeri martabak donat buka selama 12 jam, yakni mulai pukul 10.00 -22.00 wib. Untuk pemasaran, pemilik toko mengaku banyak memanfaatkan jejaring sosial, dan media sosial.

“Saya tahunya dari instagram. Penasaran, akhirnya saya datang dan mencicipi,” aku Dewi salah satu pembeli yang jatuh hati setelah merasakan martabak donat.

Baca Juga
Lihat juga...