Masyarakat Diminta Tetap Jaga Kondusifitas Usai Pilkada Bali

Editor: Mahadeva WS

155
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dengan didampingi oleh istrinya Ni Made Ayu Putri Pastika saat melakukan pencoblosan di TPS 12 Tembau-Penatih, Denpasar Timur, Rabu (27/6/2018).-Foto: Sultan Anshori

DENPASAR – Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap, seluruh warga Pulau Bali tetap memegang prinsip nyama peturu Bali. Masyarakat diharapkan tetap menjadi satu dalam kedamaian setelah penghitungan suara Pilkada Bali.

Pastika mengimbau, warga Bali agar terus menjaga kondusifitas dan keamanan lingkungan setelah pelaksanaan Pilkada serentak ini. “Pilgub Bali hanya ada dua pasangan calon yang semuanya itu adalah putra-putra terbaik kita. Semua sudah pernah menjadi pemimpin dan bahkan ada yang masih duduk sebagai pemimpin, oleh karena itu siapa pun yang terpilih saya mengimbau seluruh krama Bali agar kita jaga kondusifitas wilayah, tetap damai apapun hasilnya harus kita terima”, tutur Pastika, Rabu (27/6/2018).

Mantan Kapolda Papua ini mengingatkan, Bali akan menghadapi hajatan Internasional yakni World Bank Annual Meeting yang akan dihadiri perwakilan dari 189 negara. Lebih dari 15 ribu utusan partisipan dan lebih dari 50 ribu orang serta lebih dari 5.000 wartawan akan datang dari seluruh dunia.

Dengan kegiatan tersebut, akan diekspos besar-besaran, oleh karenanya pemimpin baru Bali diharapkan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan baik itu TNI, POLRI, Pecalang bahkan masyarakat secara umum. Sukses dan terlaksananya event internasional di Bali akan membawa nama besar Bali dan nama besar Indonesia di mata dunia.

“Oleh karena itu mari kita pikirkan hal yang lebih besar. Jangan ada yang tersinggung ada yang merasa kurang diperhatikan dan sebagainya jangan dipendam, sebaiknya dikubur dalam-dalam dan mari kita berpikir panjang ke depan, jangan merendahkan yang kalah dan yang kalah juga harus waspada yang tidak perlu banyak lagi hujat menghujat,” paparnya.

Sebagai titipan untuk pemimpin Bali terpilih, Gubernur Pastika menginginkan program Bali Mandara yang masih relevan dan masih dibutuhkan masyarakat untuk dapat dilanjutkan dan disempurnakan. Dan jika sudah tidak relevan programnya harus di hentikan karena waktu bergerak terus.

Masih terdapat beberapa permasalahan yang harus dihadapi pemimpin Bali terpilih, salah satunya mengatasi kemacetan yang masih terjadi di beberapa titik. Sebagian besar penduduk Bali hidup dari dunia pariwisata, sehingga turis yang datang ke Bali tidak ingin perjalanannya terkendala macet karena mereka akan lebih mengutamakan rasa aman dan nyaman saat berkunjung.

“Perlunya ada pengembangan  daerah-daerah lain selain Bali Selatan, mulai dari Karangasem, Tabanan, Buleleng, Jembrana dan Klungkung harus dikembangkan secara merata, adanya permasalahan tentang industri 4.0  sebuah digital internet artificial intelligence, semua harus disikapi agar kita tidak terlindas oleh digitalisasi,” tambah Pastika.

Yang tidak kalah penting adalah, mengambil langkah-langkah untuk pembangunan Bandara Bali Utara yang sudah lebih dari 10 tahun diinginkan. Menurutnya, banyak benturan-benturan akibat kewenangannya tidak 100% ada di provinsi. Selain juga terdapat permasalahan keamanan infrastruktur menuju lokasi Bandara, sehingga permasalahannya bukan hanya anggaran. Ada aspek non fisik yang harus dipikirkan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.