Masyarakat Disarankan Beli Gas ke Pangkalan Resmi

Editor: Mahadeva WS

297

MALANG – DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Malang, mengimbau masyarakat Malang khususnya yang tinggal Kepanjen agar membeli Gas isi tiga kilogram di agen, pangkalan resmi atau SPBU terdekat yang ditunjuk oleh Pertamina.

Hal itu untuk menghindari kecurangan harga yang dilakukan oleh oknum pengecer tabung gas bersubsidi. Harga jual gas melon di para agen atau pangakalan resmi tidak lebih dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp16.000 per tabung. HET tersebut sesuai dengan Pergub Jawa Timur No.5/2015.

Sekretaris DPC Hiswana Migas Malang, Totok Soekardjito (tengah tampak foto) saat melakukan sidak kesalah satu pangkalan resmi di Kota Kepanjen Malang.-Foto: Sultan Anshori.

“Kalau harga di atas HET biasanya di tingkat pengecer. kalau pangkalan tidak berani menaikkan harga di atas HET, bisa kena sanksi dari pertamina,” ucap Sekretaris DPC Hiswana Migas Malang, Totok Soekardjito, Rabu (20/8/2018).

Totok menyebut, masyarakat atau konsumen harus cerdas untuk membedakan pengecer dan pangkalan resmi. Hal tersebut bisa berpengaruh terhadap harga beli gas yang didapat. Ciri pengecer antara lain, stok tabung  antara lima hingga 15 tabung, tidak ada Papan Pangkalan LPG 3 kg warna hijau, tidak terikat kontrak alokasi pengiriman dengan agen dan pengiriman tidak rutin dan terjadwal.

Sementara untuk pangkalan resmi, memiliki stok minimal sebanyak 50 tabung, ada papan Pangkalan Elpiji berwarna hijau yang mencantumkan HET, adanya kontrak alokasi pengiriman dengan agen LPG 3 Kg yang di laporkan Pertamina, jadwal pengiriman jelas dan teratur. Setiap pengiriman dilaporkan ke pertamina melalui system Simolek (System Monitoring Elpiji 3 Kg).

Terikat dengan tata tertib peraturan Pertamina, harus menjual sesuai HET dan terakhir akan di audit Tim BPK Pusat setahun sekali. Jika menjual gas di atas HTE maka akan di sanksi oleh Pertamina dengan pemutusan kerjasama.

Selain itu, Hiswana Migas berharap, masyarakat Kota Kepanjen tidak panik dengan isu-isu kelangkaan. Termasuk dengan melakukan aksi borong atau melakukan pembelian yang tidak wajar. “Tetap seperti bisa saja sebab pengiriman ke Kota Kepanjen normal seperti biasa tidak ada pengurangan justru ada penambahan fakultatif selama bulan syawal ini,” pungkas pria berkacamata tersebut.

Di Malang Raya, ada 55 Agen, dan 864 Pangkalan resmi yang ditunjuk oleh Pertamina untuk mendistribusikan gas tiga kilogram. Khusus untuk di Kota Kepanjen terdapat 24 pangkalan. Sebelumnya, Hiswana Migas Malang tegas membantah terjadinya isu kelangkaan gas di pasaran. Hiswana Migas Malang memastikan ketersediaan stok tabung gas ukuran tiga kilogram tercukupi selama Ramadan hingga Idul Fitri 1439 Hijriah.

Baca Juga
Lihat juga...