Masyarakat Ekonomi Menengah ke Bawah Rentan Politik Uang

Editor: Mahadeva WS

276
Direktur SBLF Riset dan Konsultan Edo Andrefson (kanan)/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Sumatera Barat Leadership Forum (SBLF) Riset dan Konsultan menyebut, hasil survei di empat kota yang akan melaksanan pilkada di Sumatera Barat (Sumbar), 40 persen lebih warganya mau menerima uang/bingkisan untuk mempengaruhi pilihan.

Direktur SBLF Riset dan Konsultan Edo Andrefson mengatakan, warga yang mau menerima uang ini rata-rata berada di kelas menengah ke bawah, jika dilihat dari sisi pendidikan dan pendapatan. Mereka adalah masyarakat pinggiran yang memiliki karakter penduduk homogen​.

Politik uang bisa diibaratkan hantu, tidak tampak namun terasa. Walau sudah ada aturan dan pengawasan, masih sangat mungkin bisa terjadi di empat kota yang akan melangsungkan pilkada itu Kota Padang, Pariaman, Padang Panjang, dan Kota Sawahlunto.

“Politik uang ini dimungkinkan bisa dilakukan oleh paslon yang bermodal besar atau paslon yang awalnya berelektabilitas rendah untuk memacu mereka unggul​,” ujar Edo, Jumat (22/6/2018).

Bentuk politik uang yang terjadi dan tidak terlacak oleh Bawaslu, seperti pembentukan relawan yang terlalu banyak dan diberikan uang saku yang besar untuk operasional. Pemberian bantuan/bingkisan di luar batas aturan KPU dalam kegiatan aksi sosial​.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, SBLF berkoordinasi dengan Bawaslu untuk program edukasi pemilih di empat kota. Kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan penyebaran atribut anti politik uang​.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.