Menag: Layanan Haji Sudah Siap

Editor: Mahadeva WS

264

JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan layanan untuk jemaah Haji Indonesia selama berada di Arab Saudi dinyatakan sudah siap. Penegasan disampaikan usai melakukan pengecekan langsung sejumlah layanan haji baik di Madinah maupun di Makkah pada 7 Juni lalu. 

“Alhamdulillah, checking persiapan akhir Haji 2018 berjalan lancar. Bersyukur bahwa hotel-hotel di Madinah dan Makkah, transportasi, dan katering telah siap,” ucap Menag Lukman, Senin (11/6/2018).

Di Jeddah, Lukman sempat menggelar rapat bersama jajaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, tim penyedia layanan serta Konjen RI di Jeddah dan tim kantor urusan Haji (KUH). Rapat membahas kesiapan layanan haji 2018. Setelahnya, Lukman bertolak ke Madinah lanjut ke Makkah untuk mengecek kesiapan layanan para jemaah disana.

“Secara keseluruhan, layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi sudah siap 90-95%. Tinggal finalisasi kontrak beberapa hotel di Madinah dan penyelesaian kontrak katering,” tambahnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin memastikan layanan untuk jemaah Haji Indonesia selama berada di Arab Saudi menyatakan sudah siap – Foto dok Kemenag selama di Mekah dan Madinah /Lina Fitria

Lokasi penginapan para jemaah haji yang disewa sudah sesuai standar minimal. Fasilitasnya setara dengan hotel bintang tiga dan empat. Kementrian Agama menyewa 165 hotel di Makkah. Hotel tersebut tersebar di tujuh wilayah yakni Aziziah ada 19 hotel, Mahbas Jin ada 16 hotel, Misfalah ada 23 hotel, Jarwal ada enam hotel, Syisyah ada 57 hotel, Raudhah ada 29 hotel dan Rei Bakhsy ada 15 hotel.

Adapaun 109 hotel diantaranya harus di repeat order karena dinilai oleh jemaah hotel tersebut telah memberikan layanan yang baik pada musim haji tahun lalu. Sedangkan di Madinah, Kemenag menyewa 107 hotel yang semuanya berada di wilayah Markaziah. Sebanyak 32 hotel bahkan dikontrak satu musim penuh (full musim). Sedang 75 hotel disewa (blocking time).

Untuk layanan katering,  Kemenag melakukan kontrak dengan 36 perusahaan di Makkah,  dua perusahaan di Jeddah dan 15 perusahaan katering di Madinah. Katering pada fase puncak haji,  Arafah-Mina-Muzdalifah (Armina),  akan disiapkan 19 perusahaan yang juga sudah menandatangani kontrak kerjasama.

Kementerian Agama juga telah melakukan kontrak kerjasama dengan tujuh perusahaan yang akan melayani transportasi antar kota perhajian (Jeddah, Makkah, dan Madinah). Ketujuh perusahaan itu adalah Saptco, Rawahel, Rabitat, Dallah, Al Masa, Al Qaid, dan Hafil.

Moda transportasi ini paling tua buatan 2013. Semua sudah dilengkapi AC, kulkas, toilet, dan kursi 2-2. Adapun khusus untuk bus shalawat, Kemenag melakukan kontrak kerjasama dengan Saptco dan Rawahel. Menag berharap, sejumlah peningkatan layanan tersebut akan menambah kenyamanan jemaah dalam beribadah.

Baca Juga
Lihat juga...