Mencicipi Salak Merah di Taman Buah Mekarsari

Editor: Satmoko Budi Santoso

833

BOGOR – Masyarakat Indonesia hanya mengenal salak secara umum seperti Salak Pondoh dan Salak Condet dari Jawa, Salak Bali serta Salak Gula-gula dari Sulawesi, Maluku maupun Papua.

“Jenis-jenis salak tersebut lebih disukai masyarakat Indonesia karena rasanya cenderung kering, manis, dan ngelotok,” kata Aziz Natawijaya, Manager R&D Taman Buah Mekarsari kepada Cendana News, belum lama ini.

Menurutnya, dari sekitar 20 jenis salak tersebut, ada beberapa jenis lain yang patut diberi perhatian karena memiliki kekhasan tersendiri. Sehingga dapat menjadi variasi pasar salak itu sendiri.

Salak tersebut dikenal dengan nama Salak Merah. Salak ini dapat dibedakan dari warna kulitnya yang merah magenta, berbeda dengan salak lainnya yang cenderung kecoklatan.

Aziz Natawijaya, Manajer R&D Taman Buah Mekarsari – Foto; Ist

Aziz menjelaskan, selain warnanya, bentuknya pun membedakan dengan salak lainnya. Karena dalam satu buah, terdiri dari dua juring dan dua biji. Ukuran “sisik” buahnya dua kali lebih besar dari salak lainnya.

Dua juring tersebut juga menempel rata dan sejajar sehingga tidak ada lekukan dan menjadikan buah ini lebih sulit untuk dikupas dibandingkan dengan sepupunya.

Selain itu, daging buahnya berair, rasa asam segar dan beraroma cenderung wangi, bisa diperoleh saat mencicipi salak yang merupakan tanaman khas Kalimantan dan Sumatera itu.

Salak Sidempuan juga sering dikatakan salak merah. Secara fisik Salak Sidempuan mirip dengan Salak Pondoh. Ukuran buahnya paling besar dibandingkan dengan salak yang dikonsumsi pada umumnya. Dagingnya berair, rasanya sepat masam dan sedikit manis.

Dikatakan merah bukan karena kulitnya, melainkan daging buahnya yang bersemburat merah. Dibandingkan dengan Salak Merah lainnya, Salak Sidempuan sudah mengalami domestikasi dan ditanam secara intensif seperti Salak Pondoh dan Salak Bali.

Salak Merah mewakili sekitar tiga species dalam marga Salacca spp. Salak secara umum mewakili seluruh species yang termasuk ke dalam genus Salacca sp. Kelompok tumbuhan ini merupakan anggota Famili Arecaceae atau yang lebih dikenal dengan keluarga palem-paleman.

Salak Merah saat belum matang, masih berwarna coklat. Foto Tommy Abdullah

Anggota keluarga palem lainnya yang umum dikenal sebagai bahan pangan adalah sagu (Metroxylon sagu), nipah (Nypa fruticans), Aren (Arenga pinnata), dan kelapa (Cocos nucifera).

Selain jenis tersebut di atas, rotan-rotanan seperti Daemonorops sp dan Calamus sp diyakini merupakan kerabat terdekatnya dan diklasifikasikan bersama ke dalam sub-famili Calamoideae.

Bagi Anda yang penasaran ingin melihat buah salak merah, bisa datang ke Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga
Lihat juga...