Minyak Sereh Wangi Solok Memiliki Potensi Besar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

328

SOLOK — Koperasi Serba Usaha (KSU) Laing Sepakat Kota Solok, Sumatera Barat mampu menghadirkan sesuatu yang baru di daerahnya. Dengan memanfaatkan tanaman miliki warga, KSU menghasilkan minyak sereh dengan aroma yang bagitu wangi.

Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Laing Sepakat, Arbiani Sinapa mengatakan, asal muasal terbentuknya koperasi itu juga berawal dari kelompok usaha minyak sereh wangi. Karena anggota koperasi sebagian besarnya merupakan petani sekitar yang memiliki tanaman sereh.

Koperasi yang berada di Pasir, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjungharapan, Kota Solok tersebut diresmikan tahun 2001. Sebelum resmi dibentuk dari sebuah kelompok usaha menjadi koperasi, ternyata perjungan masyarakat yang tergabung dalam kelompok usaha itu cukup besar.

“Kita pernah menghadapi masa sulit, dimana tanaman sereh terbakar. Dari 10 haktare, 8 haktarenya terbakar. Ketika kondisi di Solok sedang musim kering, sehingga perkebunan sangat rentan,” katanya, Selasa (26/6/2018).

Disebutkan juga, saat ini jumlah anggota sekitar 97 orang dan sudah mendapat pelatihan dan pembinaan.

“Minyak yang kita hasilkan itu murni tanpa ada campuran apapun. Makanya aroma yang dikeluarkan disebut wangi. Ya karena keasliannya itu,” ujarnya.

Arbiani menjelaskan untuk mendapatkan minyak butuh jumlah yang banyak. Misailnya untuk satu ton itu dapat menghasilkan 7 kilogram. Tapi untuk mendapatkannya butuh berbulan-bulan.

Per bulannya sereh milik petani hanya bisa dipanen sekira 50 kilogram. Hasil panen langsung dikelola untuk menghasilkan minyak.

“Lahan milik petani di sini tidak begitu banyak. Mulai dari tanaman pengisi tanah kosong di samping ataupun di belakang rumah. Selain itu ada juga yang sengaja menanam sereh. Kira-kira luas secara keseluruhan tidak mencapai 20 haktare,” jelasnya.

Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Laing Sepakat, Arbiani Sinapa bersama Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumbar, Prita Wardhani/Foto: M. Noli Hendra

Peran koperasi, mulai dari membeli hasil panen milik petani. Setelah itu dikelola hingga menjadi minyak. Namun, hasil produksi, pihak koperasi belum dapat dipasarkan secara luas.

Penyebabnya, masih sedikitnya lahan yang ada dan terbatasnya alat atau mesin untuk mengelolah. Ia khawatir, jika nanti dipasarkan akan menimbul kekecewaan, sebab kondisi produksi saat ini hanya mampu untuk memenuhi pasar dalam skala kecil.

Ia mengaku bahwa minyak sereh wangi tersebut dinilai memiliki peluang usaha yang bagus. Karena selain beras Solok yang dikenal di daerah itu, minyak sereh juga berpotensi menjadi produk unggulan.

Saat ini hal yang dapat dilakukan oleh koperasi untuk dapat memperluas tanaman sereh, dengan memberikan pelatihan kepada para petani. Pelatihan yang diberikan yakni mengelolah minyak sereh menjadi sabun dan lulur sereh wangi.

“Untuk karya ini kita belum bisa berkoar-koar, karena produk dari minyak sereh menjadi sabun ini masih butuh pemeriksaan dan pengawasan lebih teliti dan peralatan untuk proses produksi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumbar, Prita Wardhani mengatakan untuk menunjang produksi dari sebuah koperasi langkah yang jitu perlu adanya upaya menggaet pihak lain.

“Yang saya lihat potensi usaha minyak sereh ini sangat bagus. Saya pernah menghirup aroma minyaknya dan memang wangi. Jadi, kita dari provinsi tentu mendukung ekonomi kreatif seperti itu, karena peluangnya besar,” katanya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk