Museum Bukan Tempat Menakutkan

Editor: Satmoko Budi Santoso

163

JAKARTA – Kepala Bidang Koleksi dan Konservasi Badan Unit Museum, Badan Pengelola dan Pengembangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Suci Sa’adiah mengatakan, sekarang banyak kegiatan publik berupa museum yang bisa digaungkan untuk sekolah-sekolah. Disamping bernilai rekreasi, para siswa bisa belajar sejarah budaya bangsa.

Karena, menurut Suci, mengenalkan museum sejak dini akan menambah pengetahuan siswa. Di museum mereka bisa menyaksikan banyak benda bersejarah yang tidak ditemukan di tempat lain.

“Museum bukan tempat menakutkan dan membosankan. Museum itu sama seperti mall, tempat bermain yang mengedukasi dan menyenangkan,” kata Suci kepada Cendana News, Sabtu (30/6/2018).

Kepala Bidang Koleksi dan Konservasi Badan Unit Museum, Badan Pengelola dan Pengembangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Suci Sa’adiah. Foto : Sri Sugiarti.

Hanya saja, menurutnya, untuk membangkitkan jiwa untuk mencintai museum itu yang harus didorong terus, yakni dengan edukasi seperti kunjungan museum ke sekolah-sekolah yang sudah beberapa kali dilakukan.

Jadi, kata Suci, sekarang sosialisasinya bisa lebih interaktif, bukan sekadar pameran. Pada Agustus mendatang, Asosiasi Museum Indonesia Kawasan (AMIKA) TMII akan mengadakan pameran museum TMII bersama di Sukabumi, Jawa Barat, dengan mengundang sekolah-sekolah.

Dia menjelaskan, di museum juga tidak hanya menampilkan koleksi peninggalan bersejarah. Tapi banyak benda menakjubkan, seperti di Museum Listrik TMII, Museum Transportasi, Museum Perangko, dan lainnya.

Kegiatan ini diharapkan masyarakat dan pelajar yang telah diedukasi pentingnya museum. Kemudian mereka dapat berkunjung ke museum-museum yang ada di TMII, rekreasi sambil belajar budaya bangsa.

Suci berharap pihak sekolah mengajak siswa-siswinya berkunjung ke museum. “Jadi guru memotivasi anak-anak untuk datang ke museum. Kalau zaman saya dulu sekolah memang wajib kunjung ke museum,” ujarnya.

Museum juga bisa menghadirkan berbagai paket kunjungan yang disesuaikan dengan permintaan sekolah. Misalnya, kata Suci, puppet show wayang Gatotkaca. Museum bisa siapkan, sehingga saat siswa pulang ke rumah, wayang itu bisa dibawa. Jadi selain mendapat ilmu budaya juga mendapatkan kenangan sejarah wayang.

Dia menjelaskan, museum dengan berbagai fasilitasnya sudah menjadi tempat yang keren untuk dikunjungi. Saat berkunjung selain menambah wawasan, juga bisa berfoto dengan latar belakang pemandangan budaya yang ada di museum.

Dengan berkunjung ke museum secara langsung, bisa jadi persepsi yang baik. Karena museum merupakan tempat belajar yang sangat efektif. Lantaran informasi yang didapatkan dari berkunjung langsung lebih banyak.

Pengunjung atau pelajar bisa bertanya secara langsung pada petugas tentang makna dan sejarah benda-benda yang dipajang di museum. Museum, menurut dia, memiliki fungsi yang tak tergantikan oleh media apa pun.

Suci berharap ke depan peran serta pemerintah lebih dominan, apalagi TMII skalanya bukan lagi nasional, tapi internasional.

“Apa yang ditampilkan di TMII, itu membawa citra Indonesia. Kalau pemerintah lebih peduli pada TMII, saya rasa bisa mengangkat nama baik Indonesia di kancah internasional. Seperti zaman Presiden Soeharto, dulu,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.