Nagari Kapuah, Lokasi Pembangunan KRPL

Editor: Satmoko Budi Santoso

295

PESISIR SELATAN – Nagari Kapuah, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kebupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menjadi lokasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di daerah tersebut. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersinergi dengan Dinas Pangan Pesisir Selatan.

Kepala Dinas Pangan Pesisir Selatan, Alfis Basyir, mengatakan, di tahun anggaran 2018 ada beberapa kegiatan pembangunan bidang pangan. Salah satu fokus pembangunan itu adalah KRPL yang tahun ini berlokasi di Nagari Kapuah, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Selanjutnya, disamping KRPL, pihaknya juga melakukan kegiatan pembiayaan terhadap industri pengembangan pangan pokok lokal, melalui pembinaan terhadap pangan pokok komoditi jagung yang berlokasi di Kecamatan Sutera.

Ia menyebutkan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan keamanan pangan, melalui model nagari aman pangan, tidak hanya ada di Nagari Kapuah dan Kecamatan Sutera, tapi juga ada di Nagari Jinang Kampung Pansur.

Banyaknya sebaran kegiatan tersebut, sebab kegiatan ini bersumber dari APBN pada 5 lokasi dan APBD Kabupaten 5 lokasi.

“Kita menginginkan, dengan kegiatan ini maka ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga bisa terpenuhi,” katanya, Sabtu (23/6/2018).

Menurutnya, upaya untuk ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga itu, juga beriringan dengan pengembangan usaha pangan masyarakat (PUPM) di dua kecamatan yakni Ranah Pesisir dan Sutera.

Pada PUPM tersebut didirikan Toko Tani Indonesia (TTI) dan juga menjadi tempat penyaluran beras untuk menstabilkan harga di bawah pasaran.

Alfis Basyir juga menjelaskan untuk pengadaan cadangan pangan pemerintah di tahun 2018 ada sebanyak 5,25 ton. Dengan pengadaan tersebut, maka total cadangan pangan hingga tahun ini menjadi 45,75 ton, dengan target tahun 2021 menjadi 100 ton.

Kondisi pangan yang demikian, terdapat pada pembangunan yang ada pada Nagari Mandiri Pangan di Nagari Sungai Tunu Utara, Kecamatan Ranah Pesisir dan Nagari Taratak, Kecamatan Sutera.

“Pembangunan Nagari Mandiri Pangan dilakukan lintas perangkat daerah terkait di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Hal ini jugalah yang kita harapkan pada Nagari Kapuah,” harapnya.

Selanjutnya, juga ada pengembangan kawasan mandiri pangan yang berlokasi di Kecamatan Air Pura tahap mandiri yang dibiayai APBN dengan pengadaan 2 unit mesin penggilingan jagung.

Dinas Pangan Pesisir Selatan ke depan untuk persoalan pangan akan terus dilakukan upaya supaya swasembada pangan di Pesisir Selatan khususnya, jadi terwujud.

Sementara itu, Ketua TP PKK Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni, mengatakan, dari PKK sendiri juga telah melakukan beberapa kegiatan untuk membantu pangan di Pesisir Selatan.

Seperti halnya di saat memberikan bantuan pangan kepada 11 KK di Salido, IV Jurai. Di sana ada menyerahkan bantuan berupa 36 ekor bebek/KK plus pakan ternak. Bantuan itu diperuntukkan kepada keluarga yang kurang mampu, khususnya yang mengalami gizi buruk.

“Insha Allah, dalam waktu dekat warga juga berjanji akan membantu kita dalam penanganan kasus gizi buruk, termasuk juga pemerintah. Hal ini tentunya perlu kita bantu juga, dan tidak membiarkan masyarakat berjalan sendiri,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Lisda berharap, bantuan yang diberikan tersebut dapat dipelihara dengan baik sehingga dapat bertelur dan tentunya memberikan pendapatan bagi keluarga yang tergolong kurang mampu.

Baca Juga
Lihat juga...