Nasib Buruh di Pesisir Selatan, Lebaran di Rumah Gubuk Terpal

Editor: Koko Triarko

233
PESISIR SELATAN – Kini sebagian besar orang tengah sibuk menghias rumah untuk merayakan Lebaran. Mulai dari mengecat rumah dengan warna baru, memasang lantai keramik, memasang kain jendela yang indah, dan membeli pakaian baru untuk Lebaran. 
Tapi, hal itu tidak bisa dilakukan oleh keluarga Siak, warga Lansano, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Tidak ada setetes cat pun yang bisa dioleskan di dinding rumahnya, karena dinding rumahnya hanya dibatasi tikar terpal.
Terpal pembatas itu juga tak selayaknya sebuah pembatas rumah, tapi hanya dibatasi di bagian dinding. Sementara kondisi ruang tamu lepas menghadap ke jalan, tanpa ada satu pintu pembatas untuk keluar masuk rumah.
Hanya ada dua kamar di rumah itu, dan di dalam kamar itulah, yang dapat dikatakan layak sebagai sebuah tempat tinggal.
Siak yang ditemui di rumahnya dan menceritakan tentang kondisi rumahnya/Foto: M. Noli Hendra
Sementara di saat membuka pintu kamar, akan melihat ruang tamu untuk lepas, serta dapur yang juga dibatasi oleh terpal.
Tak jarang, di malam hari hewan ternak liar masuk ke rumahnya. Kondisi itu seakan membuat pemandangan rumah itu seperti kandang ternak.
Memang malang nasib keluarga itu, melihat di sekeliling rumah yang dibangunnya itu, telah sibuk menghias rumah, sementara baginya hanya mampu memandang kesibukan dan keindahan rumah-rumah tetangga menyambut lebaran.
Kondisi ini memang tidak dapat dielakkannya. Betapa sedihnya dirinya, melihat keluarganya tidak bisa merayakan lebaran yang penuh kebahagiaan seperti orang-orang yang ada di sekeliling rumahnya itu.
Namun, apalah daya, rezeki yang dimilikinya belum cukup untuk menghias rumahnya. Namun, setidaknya ia telah mampu membelikan terpal pembatas yang baru, sebagai bentuk pengganti terpal yang sebelumnya yang telah lusuh.
“Saya bekerja sebagai buruh bangunan. Terkadang kalau lagi tidak ada kerjaan di bangunan, saya menjadi buruh tani. Kondisi ini sudah saya lalui cukup lama,” katanya,  Rabu (13/6/2018).
Ia menyatakan, kondisi rumahnya itu telah mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Bahkan, saking diperhatikan pemerintah, tak terhitung ada pihak-pihak yang mengaku mendata rumah warga yang akan diberi bantuan pembangunan rumah.
Namun, hasilnya tak ada satu pun kabar yang diterimanya untuk mendapatkan bantuan pembangunan rumah menjadi layak huni. Padahal, rumah-rumah yang ada sekilingnya, yang secara fisik bangunan lebih layak dari rumahnya, tanpa menunggu waktu yang lama, bantuan dimaksud langsung didapatkannya.
“Bahasa kampung di sini, lah lanyah halaman rumah nan datang mamoto rumah ko (sudah becek halaman rumah orang yang datang mendata rumah saya ini) tak ada satu pun yang membuahkan hasil,” sebutnya.
Siak yang baru menjadi minantu di rumah itu mengaku telah mengusulkan ke Pemerintah Nagari setempat, dengan cara mengirimkan dokumentasi kondisi rumah. Tapi, juga tidak ada kejelasan. Menurut pihak Pemerintah Nagari, setiap ditanya, segera dan segera akan dicairkan bantuannya.
Melihat tidak ada kejelasan apa pun, kini Siak bersama istri dan ibu serta bapak mertuanya, pasrah, dan tidak begitu memperjuangkan lagi agar rumahnya mendapatkan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni.
Siak memang kesal dengan sikap pemerintah yang seakan tidak memberikan bantuan secara tepat sasaran. Ia merasa ketidakadilan pemerintah dalam memilih dan menentukan rumah yang tidak layak huni yang berhak mendapatkan bantuan.
Kendati demikian, Siak menyatakan, lebaran tetap dirayakan dengan semangat kemenangan. Meski pun tamu yang datang harus diterima di ruangan yang dinilai seperti kandang ternak tersebut.
“Kami hidup susah, cukup untuk membeli kebutuhan makanan sehari-hari saja, sudah besar rezeki yang saya dapatkan rasanya,” ucapnya.
Ia mengaku telah berupaya untuk memperbaiki rumah itu dari hasil rezeki gaji pekerja buruh, namun setiap uang yang ditabungkan, ada saja kebutuhan yang mendesak, sehingga rencana uang yang ditabung untuk memperbaiki rumah pun, tak kunjung terwujud.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.