Neraca Perdagangan Indonesia, Defisit

Editor: Koko Triarko

228
JAKARTA – Perkembangan nilai neraca perdagangan Indonesia sepanjang Mei 2018, mengalami defisit atau minus sebesar 1,52 miliar Dolar Amerika.
“Neraca perdagangan Indonesia Mei 2018 mengalami defisit, salah satunya dipicu terjadinya defisit di sektor minyak dan gas (migas) sebesar 1,41 miliar USD, demikian juga sektor migas juga mengalami defisit sebesar 0,28 miliar USD” kata Kepala BPS Pusat, Suhariyanto, di Jakarta, Senin (25/6/2018).
Menurut Suhariyanto, nilai defisit neraca perdagangan Indonesia Mei 2018 sebenarnya  masih lebih kecil jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, April 2018. Saat itu, Indonesia tercatat kembali mengalami defisit neraca perdagangan sebesar 1,63 miliar USD.
Defisit neraca perdagangan juga dipengaruhi oleh perkembangan besaran nilai perbandingan antara ekspor dan impor Indonesia sepanjang Mei 2018.
Meskipun secara keseluruhan nilai ekspor meningkat, namun nilai impornya juga masih sangat tinggi, sehingga mengakibatkan terjadinya defisit neraca perdagangan Indonesia.
Pada April 2018, ekspor Indonesia mencapai 16,12 miliar USD, angka tersebut meningkat atau tumbuh sebesar 12,47 persen jika dibandingkan dengan kinerja ekspor periode yang sama tahun sebelumnya atau Mei 2017.
Sementara itu, nilai impor Indonesia sepanjang April 2018 sebesar 17,64 miliar USD. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 28,12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, Mei 2017.
Secara kumulatif, jelasnya, nilai ekspor Indonesia Januari hingga Mei 2018 mencapai 74,93 miliar USD, meningkat 9,65 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017.
Sedangkan nilai ekspor nonmigas dilaporkan mencapai 68,09 miliar atau meningkat sebesar 9,81 persen.
Suhariyanto mengatakan, jika nilai ekspor dan impor Indonesia Mei 2017 digabungkan, maka neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami deifisit atau minus.
Namun, Suhariyanto optimis dan berharap, dalam beberapa bulan ke depan, nilai neraca perdagangan Indonesia akan kembali mengalami pertumbuhan atau surplus.
Lihat juga...

Isi komentar yuk