NTB Targetkan Rp380 Miliar dari Pajak Kendaraan

Editor: Koko Triarko

142
Kepala Bidang Pajak Daerah, Bappenda NTB, Mohammad Husni/Foto: Turmuzi
MATARAM – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, tahun ini menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak kendaraan bermotor berplat luar daerah bisa mencapai Rp380 miliar.
Target tersebut didasarkan jumlah kendaraan berplat luar daerah NTB cukup banyak, yaitu mencapai 9.000 unit, baik kendaraan roda dua maupun empat, termasuk beberapa kendaraan besar lainnya.
“Kendaraan berplat luar cukup banyak di NTB, sehingga potensi PAD cukup besar, baik dari Pajak Kendaraan Bermotor maupun dari bea balik nama BPKB”, kata Kepala Bidang Pajak Daerah, Bappenda NTB, Mohammad Husni, Jumat (8/6/2018).
Sampai bulan Juni 2018 saja, katanya, hasil PKB dan bea balik nama BPKB kendaraan plat luar daerah NTB telah mencapai Rp170 miliar. Pada 2017, mencapai Rp60 miliar.
Husni mengatakan, untuk mencapai target tersebut, berbagai upaya dilakukan mendorong masyarakat pemilik kendaraan plat luar daerah supaya segera membayar PKB maupun bea balik nama BPKB, dari pendekatan persuasif hingga langkah refresif, dengan menggelar razia.
“Langkah persuasif dilakukan dengan memberi peringatan melalui operasi simpatik, kalau tidak mau, terpaksa kendaraan sebagai objek pajak disita dan harus bayar di tempat” katanya.
Ditambahkan, setelah puasa, operasi gabungan ditingkatkan, melakukan penegakan hukum, penahanan objek pajak, banyak kendaraan ditahan kepolisian, karena tidak membayar pajak dan nantinya yang tidak melakukan pengesahan setiap tahun dianggap ilegal.
Untuk mendekatkan layanan, Bappenda NTB juga menerjunkan kendaraan mobil Samsat sampai kampung dan hasilnya cukup bagus.
Kabid Retribusi Dana Perimbangan, H. Muksin, mengatakan, selama ini PKB maupun bea balik nama BPKB luar daerah belum dioptimalkan secara baik, padahal potensi pajak cukup besar dan menjanjikan.
Secara keseluruhan, kendaraan bermotor di NTB jumlahnya  mencapai 1,5 juta unit, meski sebagian di antaranya ada yang rusak berat, hilang maupun dijual ke luar NTB.
“Kendaraan yang tercatat aktif membayar hanya sebagian, sekitar 800 unit kendaraan bermotor, kalau dihitung sama yang nunggak dari sisi potensi mencapai Rp800-900 miliar”, katanya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.