Ombudsman NTT Imbau Sekolah Patuhi Juknis PPDB 2018

307
Ilustrasi -Dok: CDN
KUPANG – Kepala Ombudsman Perwakilan Nusa Tenggara Timur, Darius Beda Daton, mengingatkan sekolah-sekolah di daerahnya agar mematuhi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang petunjuk teknis (juknis) penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018.
“Khususnya mematuhi jumlah siswa per kelas sebanyak 36 orang, dan jumlah rombongan belajar sesuai kapasitas sekolah seperti yang tercantum dalam Pergub tentang juknis PPDB,” kata Darius Beda Daton, di Kupang, Senin (18/6/2018).
Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan selama empat tahun terakhir, pelanggaran juknis selalu mewarnai setiap PPDB pada SMA/SMK di provinsi setempat.
Menurutnya, jumlah rombongan belajar (rombel) melebihi ketentuan maksimal pada juknis, menyebabkan pengalihfungsian beberapa ruangan aula dan laboratorium sebagai ruang kelas.
Imbasnya, kata dia, jumlah siswa dalam satu rombel yang seharusnya maksimal 36 siswa menjadi 40-42 siswa per rombel.
Darius menjelaskan, ketentuan PPDB sudah diatur secara jelas melalui Pergub NTT Nomor 15 Tahun 2018, tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru pada SMA, SMK dan SLB.
Selain itu, ada pula surat keputusan Gubernur NTT dan surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan NTT yang menjadi acuan sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, SMK atau bentuk lain yang sederajat.
“Untuk itu, kami sangat berharap semua sekolah di NTT mematuhi peraturan yang ada,” katanya.
Darius menambahkan, sistem zonasi juga harus diterapkan secara baik, sehingga semua siswa bisa sekolah di sekitar tempat tinggalnya, tidak harus menggunakan seleksi nilai.
Pihaknya akan melakukan pengawasan bersama tim gabungan, seperti Badan Musyawarah Perguruan Swasta, Badan Akreditasi Provinsi, Dinas Pendidikan Provinsi, Komisi V DPRD NTT, serta organisasi mahasiswa.
Ia menambahkan, dalam PPDB 2018 ini, terdapat 338 SMA negeri dan 188 SMK negeri di NTT akan menerima peserta didik baru.
Sebanyak 42 SMA dan 30 SMK di antaranya akan menyelenggarakan PPDB dalam jaringan (daring) pada 23-26 Juni 2018.
Sedangkan untuk sekolah yang menyelenggarakan PPDB luar jaringan (luring) dimulai tanggal 2-4 Juli 2018. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...