Operasi Cipta Kondisi, Polisi Sita Barang Berbahaya

Editor: Satmoko

282

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat menggelar operasi cipta kondisi guna meminimalisir tindakan jalanan di malam hari, khususnya di bulan Ramadan.

“Kegiatan operasi cipta kondisi ini dilaksanakan rutin setiap harinya di malam Ramadan bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi dalam pesan tertulis diterima, Jakarta Barat, Minggu (10/6/2018).

Menurutnya dengan diadakannya operasi cipta kondisi ini dapat mengantisipasi maraknya peserta sahur on the road (SOTR) yang sering disalahgunakan dengan perbuatan kriminal sehingga memakan korban dalam aksinya.

“Lewat operasi cipta kondisi ini kami juga mengantisipasi maraknya peserta SOTR yang sering menyalahgunakan dengan perbuatan kriminal. Kita bisa menyaksikan adanya korban di sejumlah tempat dari aksi tawuran para peserta SOTR tersebut. Adanya korban baik luka-luka sampai korban meninggal,” ujarnya.

Polres Metro Jakarta Barat menggelar operasi cipta kondisi di wilayah Jakarta Barat dengan maraknya peserta sahur on the road (SOTR) yang sering menyalahgunakan dengan perbuatan kriminal sehingga memakan korban. Operasi diadakan di kawasan Jakarta Barat, Minggu (10/6/2018). Foto Ist

Operasi tersebut lebih mengintensifkan pengawasan terhadap barang berbahaya dan senjata tajam yang dijadikan alat untuk melakukan tindakan kriminal. Maka dari itu, Hengki memerintahkan seluruh anggotanya untuk meningkatkan pengawasan terhadap pengendara SOTR.

“Kita akan terus meningkatkan pengawasan terhadap pengendara saur on the road tersebut,” pungkasnya.

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan peserta sahur on the road yang kedapatan memiliki senjata tajam di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat pada Minggu (10/6/2018) mulai pukul 00.00-04.00 WIB.

“Kami mengamankan 10 orang yang sedang melakukan sahur on the road karena kedapatan memiliki dan menyembunyikan,” kata Kapolsek Metro Tamansari AKBP Rully Indra.

Mereka yang ditangkap berjumlah 10 orang dan masih berusia remaja. Mereka berkeliling menggunakan sepeda motor. Empat di antaranya menyembunyikan senjata tajam di tubuhnya, sedangkan enam lainnya di dalam jok motor.

Adapun jenis senjata yang diamankan sebagai barang bukti yaitu parang, golok, pistol mainan, gir motor, petasan, dan pedang samurai. Ada pula satu plastik minuman keras merek Rajawali yang ikut menjadi barang bukti.

“Mereka ada juga yang bawa miras. Selanjutnya mereka dibawa ke Polsek Tamansari untuk diminta keterangan,” kata Rully.

Saat ini empat pemuda yang diamankan masih dilakukan pemeriksaan intensif di Mapolsekta Tamansari.

“Kami masih mendalami adanya temuan barang berbahaya dari para peserta saur on the road tersebut,” ungkapnya.

Diketahui operasi cipta kondisi ini terdiri dari beberapa unsur terkait baik dari kepolisian, TNI, dan satpol PP dimana dalam pasukan gabungan tersebut melibatkan hampir 150 kekuatan personil dikerahkan.

Sebelumnya, kepolisian Resor Metro Jakarta Barat menangkap AC (35) dan AR (25) di wilayah Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (9/6/2018) dini hari. Penangkapan tersebut saat tengah mengikuti kegiatan sahur on the road ditemukan produk narkotika berjenis sabu yang dibungkus dalam kemasan rokok dan disimpan dalam kantong plastik berwarna hitam.

“Sabu tersebut didapat dari seseorang yang tidak dikenal di gang di sekitar daerah Stasiun Poris. Dari pengakuan tersangka, sabu tersebut akan dijual di daerah kota,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendiz.

Dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu paket sabu seberat 30 gram, 3 buah telepon gengham, dan 1 unit sepeda motor.

Akibat perbuatannya AC dan AR dijerat dengan pasal 114, 112 juncto 132 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba.

Baca Juga
Lihat juga...