banner lebaran

Pandeglang Optimalkan Pembangunan Kejar Ketertinggalan

186
Pandeglang, ilustrasi -Dok: CDN
PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Banten, sedang mengoptimalkan pembangunan di bebagai bidang, guna mengejar ketertinggalan, dan berharap semua usaha yang dilakukan mendapat hasil maksimal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Ferry Hasanuddin, menyatakan harapannya, bahwa hasil pembangunan bisa maksimal melalui perencanaan program kolaborasi dengan pihak unversitas/perguruan tinggi.
“Kami mengkolaborasikan perencanaan yang disusun tim dengan kajian beberapa perguruan tinggi/universitas yang telah bekerja sama,” katanya.
Dengan penggabungan atau kolaborasi ini, diharapkan perencanaan dan penggunaan anggaran lebih baik lagi, terutama untuk tahun anggaran 2019. Kerja sama dilaksanakan pada 2018.
Pemkab Pandeglang, terus berupaya melakukan perbaikan pada berbagai bidang, termasuk dalam perencanaan penggunaan anggaran, harapannya ke depan lebih baik dan tepat sasaran.
Terkait kerja sama dengan beberapa unversitas, menurut dia, karena didorong keinginan memperoleh perencanaan yang benar-benar matang, mengingat semua program berawal dari perencanaan.
“Kalau perencanaannya sudah baik, maka program yang dilaksanakan diharapkan juga akan baik dan hasil yang dicapai juga baik,” ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, Kurnia Satriawan, menyatakan ada empat universitas yang digandeng itu melakukan kajian yang berbeda.
Kajian yang dilakukan keempat universitas itu tetap mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021 yang telah disusun Pemkab Pandeglang.
“RPJMD itu merupakan tolok ukur dari setiap perencanaan yang dibuat, maka kajian yang dilakukan pun tetap mengacu pada RPJMD tersebut, jadi arahnya jelas dan terukur,” ujarnya.
Universitas Mathla’ul Anwar Banten melakukan kajian terkait pemberdayaan masyarakat yang ada di seitar kawasan penyangga (buferzone) Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).
Kemudian, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Banten melaksanakan kajian penguatan ekonomi mikro, Universitas Sultan Agung Tirtayasa Banten melakukan kajian pemberdayaan masyarakat di kawasan penyangga perbatasan antara Pandeglang dengan Kabupaten Lebak.
“Sedangkan Universitas Indonesia khusus melakukan kajian sistem inovasi daerah (sida),” ujarnya.
Pondasi pembangunan Perencanaan merupakan “pondasi” dari pembangunan, jika perencanaannya dilakukan secara baik dan matang, maka hasil pembangunannya diharapkan akan bagus dan berkualitas, maka adanya kolaborasi itu diharapkan menjadi solusi pembangunan berkualitas.
Selain itu, pada tingkat organisasi perangkat daerha (OPD), juga dituntut membuat perencanaan yang matang, sebelum diajukan usulannya ke tim perencanaan Pemkab Pandeglang.
“Selain matang perencanaan juga harus baik, agar tidak terjadi kesalahan penamaan kegiatan, kode rekening kegiatan dan lain sebagainya yang banyak terjadi saat ini, harus dilakukan perencanaan dengan baik, untuk tahun depan jangan sampai asal-asalan,” kata Bupati Pandeglang, Irna Narulita.
Jika perencanaan matang, kata dia, maka program kegiatan yang sama tidak harus dianggarkan ulang di perubahan anggaran karena kesalahan.
Bupati juga menyatakan, perencanaan merupakan pilar utama dan sebagai pondasi dari pembangunan semua bidang yang akan dilaksanakan. “Perencanaan merupakan pilar dan pondasi, jangan sampai kita buat perencanaan, tetapi tidak banyak bermanfaat untuk kepentingan masyarakat Pandeglang,” katanya.
Mengingat pentingnya perencanaan itu, Pemkab Pandeglang secara rutin menggelar pelatihan dan bimbingan teknis terkait penyusunan perencanaan yang dilaksanakan oleh OPD.
“Perencanaan merupakan titik yang sangat penting untuk berhasilnya pembangunan suatu daerah, sehingga harus dilakukan dengan baik dan komprehensif,” katanya.
Untuk dapat menghasilkan perencanaan yang ideal tersebut, maka setiap proses harus dilakukan data dan informasi perencanaan yang valid dan terukur, serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Karena itu, dalam menyusun dan membuat suatu perencanaan pembangunan harus matang dan terarah, serta ditunjukkan dalam rangka untuk menjawab tuntutan dan memenuhi masyarakat,” katanya.
Perencanaan pembangunan yang berkualitas, transparan dan akuntabel merupakan tolak ukur akuntabilitas, profesionalisme dan bobot pelayanan publik.
Bupati juga menekankan, seluruh OPD harus bergerak cepat, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran.
Karena, kata dia, muaranya kepada pelayanan dan pembangunan dapat segera dirasakan rakyat yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Kita melakukan rapat terus-menerus, tapi tidak ada progres yabg signifikan. Saya harap, hasil rapat ini kita laksanakan sebagai evaluasi setiap kegiatan,” ungkapnya.
Seluruh kegiatan pembangunan harus dikawal dengan sebaiknya. Oleh sebab itu, seluruh OPD harus reaksi cepat, jika ada pelaporan dari masyarakat dan menjalankan operator di setiap dinas/instansi.
“Saya apresiasi untuk OPD yang sudah fokus, yang belum fokus segera perbaiki. Dengan adanya operator di tiap OPD dapat mem-publish seluruh kegiatan, sehingga masyarakat dapat mengetahui program kegiatan setiap OPD,” tambahnya.
Pemkab Pandeglang, Provinsi Banten, pembangunan terus dilaksanakan secara bertahap dengan menggunakan sistem skala prioritas. “Pembangunan dilaksanakan. Janji yang kami sampaikan pada masyarakat secara bertahap dipenuhi,” kata Bupati Pandeglang, Irna Narulita.
Janji politis yang disampaikan saat pilkada oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Wakil Bupati Tanto Warsono Arban telah disusun dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021.
Menurut dia, pembangunan yang dilaksanakan mengacu pada RPJMD itu, dan optimis sampai habis masa jabatan semuanya bisa direalisasikan. “Kita tidak bisa melaksanakan secara sekaligus, karena keterbatasan anggaran,” katanya.
Dalam RPJMD 2016-2021 diprioritas pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan pengentasan desa tertinggal.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten mamaksimalkan pembangunan jalan, terutama wilayah selatan, guna mendukung pembangunan secara keseluruhan di daerah ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Pandeglang, Girgijiantoro, menyatakan pembangunan akan maksimal kalau didukung infrastruktur jalan memadai, maka pembangunan jalan dipercepat.
Dalam melaksanakan pembangunan jalan, kata dia, dilakukan secara menyeluruh, yakni perencanaan secara matang, pelaksanaan secara maksimal dan pengawasan yang ketat.
Girgi juga menyatan, kondisi jalan di daerah ini setiap tahun mengalami perbaikan. Pada 2015, kondisi jalan yang baik hanya 29,11 persen, sedangkan saat ini sudah mencapai 38,14 persen.
Kemudian, kondisi jalan sedang mengalami penurunan, yakni dari 34,02 persen menjadi 31,31 persen, ini karena ada peningkatan status dari sedang menjadi baik.
“Penurunan secara signifikan terjadi pada kondisi jalan yang buruk, yakni dari 21,09 persen menjadi 18,19 persen. Banyak jalan buruk telah diperbaiki dan saat ini menjadi bagus,” ujarnya.
Untuk jalan nasional yang berada di wilayah Pandeglang, kata dia, yang kondisinya baik 38,14 persen, kondisi jalan sedang 36 persen dan dan kondisi buruk 25,86 persen.
“Kami terus mengusulkan pembangunan jalan nasional ke pemerintah pusat, supaya semuanya kondisinya baik,” katanya.
Pembangunan jalan dilakukan secara bertahap dan menggunakan sistem prioritas, disesuaikan dengan ketersediaan dana, namun diharapkan dalam beberapa tahun ke depan bisa tuntas.
“Kita setiap tahun hanya memiliki anggaran untuk perbaikan jalan sekitar Rp120-Rp170 miliar. Kebutuhan anggaran untuk perbaikan seluruh jalan sekitar Rp1,4 triliun,” ujarnya. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.