Pantau Arus Mudik Pantura, Basarnas Gunakan Helikopter

230
Ilustrasi Helikopter BNPB - Foto: Dokumentasi CDN

BANDUNG – Badan SAR Nasional (Basarnas) memantau kondisi arus mudik di sepanjang Pantura, Jawa Barat, Rabu (13/6/2018). Upaya tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan memberikan pertolongan jika terjadi kemacetan di jalur tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Slamet Riyadi mengatakan, pemantauan udara menggunakan helikopter jenis HR 105 Bolco sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik. “Helikopter digunakan untuk melakukan pertolongan yang memang membutuhkan evakuasi secara cepat misalnya jika terjadi kecelakaan,” katanya, Rabu (13/6/2018).

Helikopter sengaja disiagakan untuk pengamanan di Jalur Pantura di daerah Cirebon dan sekitarnya. Pemantauan dari atas agar bisa melihat dengan jelas kondisi jalan dan kepadatan arus kendaraan baik di jalur umum maupun di jalan tol. “Kepadatan di ruas tol begitu terlihat jelas dari udara tepat di titik-titik saat akan memasuki rest area,” tambahnya.

Hasil pemantauan, terlihat kepadatan arus lalu lintas di KM 100 dan KM 135. Sejumlah rest area di dalam tol tampak penuh oleh pengguna jalan yang beristirahat. Sejumlah kendaraan, banyak yang parkir di pinggir jalur utama Tol Cipali sehingga menambah kepadatan di jalur tol. “Arah Cirebon juga terpantau padat merayap kurang lebih sekitar 4 kilometer,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...