Pasar Koi Jogja Dorong Produksi Pembudidaya Lokal

Editor: Satmoko

579

YOGYAKARTA – Pasar ikan koi di Yogyakarta selama ini dikenal memiliki prospek cukup bagus. Namun sayang, kualitas serta kuantitas produksi ikan koi yang dihasilkan pembudidaya lokal Yogyakarta masih sangat terbatas.

Hal itulah yang menjadi dasar didirikannya Pasar Koi Jogja yang terletak di Jalan Wonosari, Sendangtirto, Berbah, Sleman Yogyakarta. Berdiri sejak dua tahun lalu, Pasar Koi Jogja bertujuan untuk mendongkrak kualitas maupun kuantitas koi di kalangan pembudidaya lokal Yogyakarta.

“Pasar Koi Jogja ini dikelola secara swadaya oleh peternak. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas serta menambah jumlah produksi ikan koi di kalangan pembudidaya. Agar pasar ikan koi di Jogja tidak lagi disuplai dari luar daerah, namun oleh pembudidaya Jogja sendiri,” ujar pengelola Pasar Koi Jogja, Anggit Budi Sulistyo.

Salah seorang pengelola Pasar Koi Jogja, Anggit Budi Sulistyo. Foto: Jatmika H Kusmargana

Anggit menyebut, besarnya permintaan pasar akan ikan koi di Yogyakarta selama ini memang masih belum mampu dipenuhi oleh pembudidaya lokal. Sehingga kebutuhan ikan koi untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya masih harus disuplai peternak dari luar daerah seperti Tulungagung dan Blitar.

“Padahal sebenarnya secara kualitas pembudidaya lokal Jogja tidak kalah. Hanya saja memang, karena jumlahnya terbatas, maka produksinya juga belum bisa mencukupi kebutuhan pasar yang ada,” katanya.

Pasar Koi Jogja sendiri didirikan sebagai tempat penjualan ikan koi lokal Yogyakarta. Pasar Koi Jogja ini menggandeng puluhan pembudidaya plasma sebagai mitra kerja, untuk bersama-sama memproduksi ikan koi dalam jumlah besar.

Peternak plasma ini biasanya akan mengambil bibit ikan koi dari Pasar Koi Jogja untuk kemudian dibesarkan di kolam masing-masing. Setelah siap jual, ikan koi akan dikirim kembali ke Pasar Koi Jogja untuk selanjutnya dipasarkan di toko-toko ikan hias Yogyakarta.

“Ada 3 jenis bibit ikan koi yang dibesarkan pembudidaya plasma. Yakni dari telur atau usia 35 hari. Bibit usia 2-3 bulan. Dan bibit usia 4-5 bulan,” katanya.

Selain mengambil bibit, peternak plasma juga bisa mengambil kebutuhan budidaya lainnya mulai dari pakan hingga obat dari Pasar Koi Jogja. Sehingga pembudidaya plasma bisa membudidayakan ikan koi tanpa keluar biaya. Hitungan keuntungan akan dipotong saat bibit kembali dijual ke Pasar Koi Jogja.

“Untuk jenisnya banyak sekali. Mulai dari kelas biasa sampai kelas kontes. Harganya juga sangat bervariasi. Mulai dari puluhan ribu, ratusan ribu, sampai jutaan per ekor,” katanya.

Perputaran ikan koi di Pasar Koi Jogja sendiri selama ini diperkirakan mencapai Rp15 juta per bulan. Jumlah itu tergantung dari ramai atau sepinya pasar. Saat sedang ramai, 1000 ekor ikan koi dapat habis laku terjual selama 2 minggu. Namun saat sepi, dalam sebulan Pasar Koi Jogja hanya mampu menjual 400 ekor ikan.

“Kendalanya cuaca. Saat musim tertentu seperti peralihan dari hujan ke kemarau, banyak penyakit yang muncul. Perubahan suhu membuat PH air turun sehingga banyak ikan mati. Cara mengantisipasi biasanya dengan memberikan antibiotik dan antiseptik serta melakukan karantina,” pungkasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk