Pasca Lebaran Nelayan Bagan Congkel Mulai Melaut di Selat Sunda

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

262

LAMPUNG — Pasca lebaran sejumlah nelayan bagan congkel di wilayah pesisir Timur Lampung Selatan mulai melaut di perairan Selat Sunda setelah sebelumnya hampir sepekan libur . Sejak H+2 ikan cumi dan teri mulai mendarat di tempat pelelangan ikan.

Zainal (40) salah satu nelayan asal pesisir Kalianda menyebutkan, meski belum puncak musim namun hasil tangkapan dapat mencapai 20 keranjang selama satu hari satu malam.

“Total ada puluhan nelayan yang sandar di dermaga Muara Piluk sebagian masih melakukan mudik ke kampung halamannya di wilayah Banten dan Lampung Timur belum beraktifitas,” terang Zainal saat ditemui Cendana News, Senin (18/6/2018).

Pada kondisi normal ia kerap mendapatkan hingga 100 keranjang. Hasil tangkapan ikan teri yang diperoleh di antaranya jenis teri jengki, ikan japu dan ikan tanjan.

Nelayan
Nelayan di dermaga Muara Piluk masih belum melaut pasca lebaran [Foto: Henk Widi]
Pada puncak musim, ikan teri yang diperolehnya dapat mencapai dua kuintal hingga lima kuintal. Wilayah tangkapan berada di sekitar kepulauan Krakatau hingga ke wilayah pulau Legundi di Pesawaran. Meski belum maksimal, namun ia masih bisa memperoleh Rp4 juta sekali jalan.

Ida (41) salah satu pemilik usaha pembuatan teri rebus asin di dusun Pegantungan menyebut pasCa lebaran Idul Fitri hasil tangkapan belum maksimal. Ia bahkan hanya memperoleh sekitar 150 keranjang dari sebanyak lima kapal bagan congkel.

Rata rata ikan teri jengki dibeli dari nelayan dengan harga Rp200.000 per keranjang. Ikan hasil tangkapan nelayan tersebut dikirim ke lokasi pembuatan ikan teri asin rebus.

“Hari ini nelayan belum banyak yang melaut sehingga bahan baku untuk pembuatan teri asin masih sedikit,” beber Ida.

PasCa lebaran, belum banyaknya nelayan yang melaut juga diakui pengepul cumi cumi hasil tangkapan di perairan Selat Sunda. Mustofa (45) salah satu penjual cumi menyebut paska lebaran baru ada sekitar enam nelayan cumi melaut.

Imbasnya pasokan cumi menurun bahkan ia yang biasa memasok dua hingga 5 ton cumi jarum hanya menyediakan sebanyak 4 kuintal ].

Hasil tangkapan cumi tersebut diakuinya saat ini harganya lebih tinggi dibanding saat musim cumi. Pada awal lebaran di tingkat pengepul seharga Rp35.000 dan dijual Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi sebab saat musim cumi hanya Rp20.000 hingga Rp25.000 perkilogram.

Baca Juga
Lihat juga...