Paska Lebaran, Permintaan Pisang Muli di Lamsel Meningkat

Editor: Mahadeva

340

LAMPUNG – Paska lebaran, permintaan Pisang Muli kepada petani di Lampung Selatan (Lamses) meningkat. Permintaan pisang tersebut untuk kebutuhan hiasan dan buah segar.

Ryan (30), salah satu petani di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa menyebut, Pisang Muli atau Pisang lilin atau Pisang 40 hari, sering digunakan sebagai buah segar dan hiasan. Warga lokal Lamsel yang menggelar hajatan pernikahan, memanfaatkan Pisang Muli sebagai hiasan.

Pemilik kebun seluas satu hektar tersebut mengatakan, permintaan Pisang Muli paling banyak dibandingkan untuk jenis pisang lainnya di paska lebaran. Pisang Muli memiliki ciri berbuah kecil. Sebagian orang menyebut, pisang yang bisa dimakan sekali telan tersebut, digunakan sebagai buah segar dan jarang dibuat menjadi makanan olahan.

Sepekan setelah lebaran, 200 tandan pisang muli dikirim ke Jakarta dan Serang oleh pengepul pisang. Harga pertandan yang semula Rp10.000, saat ini naik menjadi Rp12.000. Berbeda dengan jenis pisang yang digunakan untuk makanan olahan. Pisang Muli dijual dalam kondisi masih mentah. Proses penebangan pisang muli dilakukan saat usia 32 hari.

Proses pematangan pisang yang cepat membuat Pisang Muli kerap dipetik sepuluh hari sebelum pisang matang normal. “Permintaan Pisang Muli memang sering meningkat untuk hiasan resepsi serta dijadikan buah segar digantung pada tiang bahkan sering disertakan dengan pohonnya,” jelas Ryan saat ditemui Cendana News, Senin (25/6/2018).

Pisang Muli bisa dipanen untuk dijual saat berusia 30 hari. Hal tersebut mendorong petani menanam pisang tersebut dengan sistem jeda. Saat Pisang Muli dipanen, bisa terjual hingga 200 tandan. Dengan harga Rp12.000 pertandan, petani bisa mendapatkan uang penjualan sebanyak Rp2,4juta sekali panen.

Permintaan Pisang Muli juga diikuti permintaan jenis pisang lain seperti kepok, raja nangka, janten, ambon. Harga Pisang Janten Rp17.000, Pisang Kepok Rp30.000, Pisang Raja Nangka Rp40.000, Pisang Ambon Rp20.000. Beberapa jenis pisang tersebut dibeli dengan sistem tandan, meski sebagian pengepul pisang mulai menerapkan penjualan sistem timbang berdasarkan berat pisang. Harga perkilogram dengan sistem timbang dibeli Rp2.500 hingga Rp3.000 perkilogram.

Johandi (40), salah satu pemilik usaha jual beli hasil bumi menyebut, permintaan pisang meningkat seiring dengan lancarnya arus lalu lintas distribusi barang dari Sumatera ke Jawa. “Hasil pertanian pisang asal Lampung Selatan banyak diminati karena jarak tempuh ke Jawa dekat, buah pisang bisa sampai dalam kondisi segar,” terang Johandi.

Permintaan Pisang Muli yang memiliki ukuran fisik kecil dengan cita rasa manis sering dibeli sejumlah rumah makan dan warung. Warung makan menyediakannya sebagai buah segar pencuci mulut. Di pasar tradisional, Pisang Muli sering dijual dengan sistem sisir seharga Rp3.000 hingga Rp4.000 persisir dalam kondisi kulit menguning setengah matang.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.