Pelaku UKM di Balikpapan Diminta Perhatikan Kualitas Produk

Editor: Koko Triarko

245
BALIKPAPAN — Pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Balikpapan yang mendapatkan dana segar berupa bantuan modal usaha melalui BUMN atau pun perusahaan, diminta memperhatikan kualitas produk usahanya, agar mampu bertahan di tengah persaiangan usaha yang ketat.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung, mengungkapkan kualitas produk yang dimiliki UKM harus mampu bersaing dengan produk lainnya, baik lokal maupun luar daerah. Mengingat industri global atau bebas semakin ketat, maka pelaku usaha harus perhatikan kualitas produknya untuk tetap bertahan.
“Pelaku usaha ini harus perhatikan kualitas produk yang mampu bertahan. Untuk tetap bertahan, kualitas produk harus sangat menjanjikan, ditambah pemasaran yang go to online,” ucapnya, saat pemberian bantuan modal usaha oleh Telkom Witel Balikpapan, kepada pelaku usaha di Balikpapan, Jumat, (8/6/2018).
Tidak hanya memperhati kualitas produk, Doortje juga minta kepada pelaku usaha untuk mengelola modal usahanya dengan baik, dan melakukan pemasaran produknya dengan digital. Apalagi, saat ini pemasaran atau pengenalan produk tidak hanya dilakukan melalui pameran, tapi juga melalui digital.
“Modal usaha yang diperoleh dari Telkom diharapkan dapat dikelola dengan baik, dan kami ucapkan terimakasih kepada pihak Telkom telah memiliki komitmen untuk membantu UKM dalam pemberian modal usaha,” kata Doortje.
Di kesempatan yang sama, GM Telkom Witel Balikpapan, Deny Aryanto, menjelaskan pada triwulan kedua 2018 ini, pihaknya menggelontorkan dana segar sebesar Rp1,8 miliar kepada 54 mitra binaan di wilayah Balikpapan, Muarajawa, Sepaku dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Dari mitra binaan yang diberikan ini, didominasi UKM di Balikpapan atau 90 persen. Melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan ini sebagai pancingan modal usaha untuk UKM untuk mengembangkan usahanya,” terangnya.
Ia juga menyarankan kepada UKM untuk memasarkan produk usahanya melalui metode baru dengan metode digital atau online. Karena memasarkan produk tidak hanya di lokal saja, namun juga dapat ke luar daerah.
“Saat membuka metode baru dengan berpartisipasi aktif melalui online, dan kami juga mengawal setelah bantuan modal usaha ini diberikan dengan memberikan pelatihan kepada UKM, cara memasarkan dengan online,” imbuh Deny.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.