Pembangunan Kantor Bupati Sikka Baru 82 Persen

Editor: Mahadeva WS

289

MAUMERE – Pembangunan Kantor Bupati Sikka yang baru seharusnya sudah selesai akhir 2017 lalu. Kegiatan yang dibiayai anggaran tahun jamak atau multi years tersebut hingga kini belum bisa diselesaikan oleh kontraktor.

Kepala dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sikka Tommy Lameng. Foto : Ebed de Rosary

“Fisik bangunan gedung Kantor Bupati Sikka tidak mampu diselesaikan kontraktor PT Palapa Kupang Sentosa. Kegiatan baru mencapai 82,03  persen berdasarkan audit pengawas teknis internal Dinas Pekerjaan Umum Sikka,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sikka Tommy Lameng, Jumat (29/6/2018).

Hasil perhitungan tim teknis DPU, telah diserahkan kepada Inspektorat Kabupaten Sikka agar dilakukan audit lanjutan. Hal itu untuk memastikan persentase pekerjaan fisik yang telah dilakukan kontraktor pelaksana. Nantinya pembayaran kepada kontraktor hanya akan berdasarkan hasil audit dari Inspektorat Daerah tersebut.

Namun bila dihitung semua material sisa di lokasi pembangunan yang belum terpasang, Tommy menyebut, baru sekira 90 persen. Namun belum bisa dipastikan, apakah auditor dari Inspektorat Daerah akan memasukkan  material yang belum dipergunakan tersebut dalam proses auditnya.

Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar mengatakan, pembangunan Kantor Bupati Sikka yang baru bukan mangkrak. Menurutnya, berbeda arti antara mangkrak atau terbengkelai dengan pembangunan yang terus berjalan atau dilanjutkan.

“Bahwa dalam proses pekerjaaan itu ada yang tidak memenuhi kewajiban maka akan disesuaikan dengan aturan. Jadi kalau kontraktor tidak bisa memenuhi syarat, maka akan diputus hubungan kerja dan pekerjaan tetap dilanjutkan,” terangnya.

Nong Susar mengatakan, laporan Kepala DPU Kabupaten Sikka menyebut, pembangunan masih dilanjutkan termasuk pembangunan gedung baru di sisi selatan bangunan utama Kantor Bupati Sikka yang dikatakan mangkrak tersebut. “Bangunan yang satunya juga sudah dikerjakan juga karena pembangunan ini pembiayaannya multi years atau tahun jamak. Tentunya hak dan kewajiban kontraktor sebelumnya diselesaikan, diperhitungkan dulu sesuai dengan realisasi pekerjaan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...