Pembunuhan Politik Terjadi Lagi di Meksiko

272
Ilustrasi -Dok: CDN
MEKSIKO – Sekelompok pria bersenjata, menembak dan menewaskan seorang wali kota, yang mencalonkan diri kembali untuk jabatan sama di Meksiko.
Pembunuhan itu adalah kejadian kedua dalam satu pekan ini, setelah seorang yang mencalonkan diri untuk jabatan pemerintah pusat ditembak di bagian belakang kepalanya, saat berswa-foto bersama seorang pendukungnya.
Setidaknya 113 politisi telah tewas dalam kampanye pemilihan umum paling berdarah dalam sejarah modern Meksiko itu. Kekerasan di negara itu terus meningkat menjelang pemilihan umum nasional pada 1 Juli.
Pada tanggal itu, pemilih akan memutuskan lebih dari 3.000 jabatan dan memilih satu presiden baru.
Ketidakpuasan terhadap prestasi kubu penguasa Partai Revolusi Institusional (PRI) akibat masalah keamanan, korupsi politik, dan rendahnya pertumbuhan ekonomi membuat tokoh dari kelompok kiri Andres Manuel Lopez Obrador memimpin dalam sejumlah jajak pendapat untuk jabatan presiden.
“Sementara itu, korban yang merupakan wali kota petahana, Alejandro Chavez Zavala, dari koalisi kubu kanan pimpinan Partai Aksi Nasional (PAN), kehilangan nyawa di rumah sakit, setelah menjalani perawatan atas luka tembak yang dideritanya, kata Gubernur Muchoacan, Silvano Aureoles, dalam akun Twitter resminya.
Aureoles menuntut keadilan bagi sang wali kota dan mengatakan, bahwa otoritas terkait akan melakukan penyelidikan dalam kejadian di mana istri Chavez juga mengalami luka tersebut.
Berita kematian Chavez muncul tidak lama setelah hilangnya Ismael Auirre Rodriguez, seorang kandidat wali kota di Nadadores, di negara bagian Coahuila. Aguirre hilang pada siang hari Selasa lalu, setelah keluar untuk membeli minuman, demikian kabar dari media lokal setempat.
Sementara itu, Fernando Puron, seorang kandidat federal dari PRI, kehilangan nyawa pada Jumat di negara bagian Coahulia, setelah seorang pria bersenjata menembakkan senjatanya saat dia menyambut para pendukung usai acara debat politik di Piedras Negras, sebuah kota perbatasan di utara Meksiko.
Penembakan terhadap Puron tertangkap oleh kamera CCTV.
Menurut lembaga konsultan keamanan di Kota Meksiko, Etellekt, sedikitnya 113 kandidat dan politisi telah tewas sejak September tahun lalu. Sebagian besar dari mereka yang menjadi korban mencalonkan diri untuk jabatan lokal.
“Risiko di masa depan adalah keengganan berperan serta dalam politik daerah, karena sangat berbahaya,” kata Michael Lettieri, sejarahwan dari lembaga Center for U.S.-Mexican Studies dari Universitas California. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...