Pemenang Pilkada 2018 Diimbau Lakukan Islah

Editor: Koko Triarko

203
Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi. Foto: Sri Sugiarti.
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI), meminta para pasangan calon (paslon) pemenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dapat menyelesaikan tugas pertamanya.
Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan, tugas pertama itu adalah melakukan islah atau rekonsiliasi sosial antarwarga yang selama proses pelaksanaan pilkada terjadi berbagai perbedaan.
“Penyelesaian ini, baik perbedaan pilihan paslon maupun perbedaan sikap dan pandangan politik,” kata  Zainut, dalam keterangan resminya yang diterima Cendana News, Kamis (28/6/2018).
Saat ini, menurutnya,  masyarakat semakin matang dan dewasa dalam berdemokrasi. MUI bersyukur, pelaksanaan Pilkada 2018, serentak di 171 daerah seluruh Indonesia berlangsung aman, lancar, damai dan demokratis.
Untuk itu, dia mengajak kepada semua pihak untuk menghormati hasil Pilkada. Karena itu adalah hasil pilihan rakyat dari sebuah proses demokrasi yang harus dijunjung tinggi.
“MUI meminta masyarakat untuk bersabar dengan hasil perolehan suara Pilkada, meski telah muncul angka hitung cepat (quick count) dari berbagai lembaga survei,” tandasnya.
MUI juga meminta semua pihak dapat menunggu hasil penghitungan nyata Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk memastikan pasangan calon yang dinyatakan menang secara definitif.
Terkhusus kepada paslon  pemenang Pilkada versi quick count, MUI mengimbau dapat mencegah euforia pendukungnya untuk merayakan kemenangan secara berlebihan.
“Karena hal tersebut dapat melahirkan sikap antipati bagi pihak yang kalah,” pungkas Zainut.
Lihat juga...

Isi komentar yuk