Pemerintah Pastikan Jalan di Sumsel Layak Dilalui Selama Arus Mudik

212
Ilustrasi -Dok: CDN
PALEMBANG – Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V, memastikan jalan di Sumatera Selatan layak dilalui oleh kendaraan pemudik, meski proses perbaikan masih berjalan.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BBPJN Wilayah I Provinsi Sumsel, Dedy Mandarsyah, mengatakan, seluruh jalan sudah dalam kondisi mulus dan dapat digunakan pengendara dengan nyaman, khususnya jalan Betung-Jambi yang sempat mengalami kerusakan parah.
“Jalan dari Betung- Jambi sudah baik. Walaupun belum sempurna, tapi aman untuk dilalui. Bisa dikatakan sudah 85 persen kondisinya,” ujar dia, Senin (11/6/2018).
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan terbaru, perjalanan dari Betung ke Jambi yang semula selama 17 jam karena kerusakan jalan kini hanya enam jam. “Bisa cepat, karena tidak ada lagi jalan yang berlubang besar. Namun untuk lubang-lubang kecil, akan terus ditutup dengan metode tambal sulam, karena saat ini pekerjaan masih menggunakan dana transisi,” kata dia.
Perbaikan jalan Betung – Jambi dengan panjang 167 kilometer ini memakan dana sebesar Rp7 miliar, yang bersumber dari dana transisi APBN.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Metropolitan BBPJN V, Yudian Budhi Krishna, memastikan arus mudik lintas timur juga telah aman oleh pemudik.
Jalan lintas timur wilayah Sumatera yakni Palembang- Kayuagung yang biasa dilalui oleh pemudik hampir 90 persen aman dilalui pemudik.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya fokus untuk melakukan pemantauan saja dan siaga jika ada lubang-lubang kecil di sepanjang lintas timur ini. Menurutnya, perbaikan jalan ini telah dilakukan sejak Febuari 2018 hingga memasuki mudik lebaran ini.
“Perbaikan jalan ini menggunakan dana transisi APBN senilai Rp1 miliar. Dan, ini akan terus kami kerjakan sampai akhir Juli sesuai dengan kontrak dengan pihak kontraktor,” ungkap dia.
Pihaknya akan mengajukan penambahan dana untuk perbaikan jalan lagi, agar dapat lebih maksimal. “Kami akan ajukan lagi untuk tambal sulam jalan perbatasan Palembang-Kayu Agung yang idealnya Rp2,5 miliar,” bebernya.
Pihaknya juga akan melakukan pengaspalan lagi mulai Juli 2018 menggunakan dana APBN sebesar Rp50 miliar, untuk meningkatkan fungsi jalan. (Ant)
Lihat juga...

Isi komentar yuk