Pemilukada, Nelayan Pesisir Lampung Selatan Pilih Libur Melaut

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

198

LAMPUNG — Partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) serentak di Indonesia ditunjukkan oleh warga nelayan di pesisir Lampung Selatan.

Udin (40) salah satu nelayan di Muara Piluk Bakauheni menyebut sengaja mendarat untuk melakukan pencoblosan. Ia sengaja libur sementara waktu untuk dapat menyalurkan hak suaranya.

Paska melakukan proses penangkapan ikan teri jengki, Udin memastikan akan mendatangi TPS 03 Muara Piluk dengan memanfaatkan pasar ikan higienis yang disulap menjadi TPS. Ia menyebut memiliki kesempatan memilih satu dari empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung lima tahun ke depan.

“Kami para nelayan tetap melaut malam hari dan pada pagi harinya pulang untuk memilih dengan harapan nasib nelayan bisa lebih diperhatikan,” terang Udin salah satu nelayan bagan congkel penangkap teri jengki perairan Selat Sunda saat ditemui Cendana News, Rabu (27/6/2018).

Selain Udin, nelayan pesisir Lampung Selatan di pulau Rimau Balak, Hendra (36) juga melakukan hal yang sama. Ia menjadi salah satu dari 185 Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada tahun ini. Proses pengiriman logistik pemilu ke pulau tersebut dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Selatan, Polres Lampung Selatan dan beberapa unsur.

“Sebagai nelayan kami tetap menggunakan hak pilih karena dilarang golput meski empat calon Pemilukada Lampung tidak ada yang pernah ke pulau Rimau Balak,” terang Hendra.

Tahang Jamaludin, Kepala KPPS 03 Muara Piluk Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Hendra menyebut sebagian warga pulau Rimau Balak diakuinya hanya mengenal calon kada melalui tim sukses dan spanduk sosialisasi. Meski demikian, ia memastikan tetap akan memilih sesuai dengan hati nuraninya terutama kepala daerah yang memperhatikan kesejahteraan para nelayan dan warga pesisir.

Tahang Jamaludin, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 03 Muara Piluk Bakauheni menyebut tingkat partisipasi warga pada Pemilukada 2018 cukup baik. Sebagai kampung nelayan yang sebagian warganya melaut ia menyebut nelayan memilih istirahat sejenak untuk melakukan pencoblosan. Sosialisasi diakuinya telah dilakukan sebelumnya agar warga tidak golput dan tetap melakukan haknya memilih.

Sebagai TPS yang berada di wilayah kampung nelayan pesisir timur Lampung, Tahang menyebut ada sebanyak 467 daftar pemilih tetap (DPT). Sebagian warga yang bukan berprofesi sebagai nelayan di antaranya merupakan pekerja sektor informal di pelabuhan dan memilih berlibur saat hari pencoblosan.

Anita, salah satu pekerja di pelabuhan Bakauheni menyebut kantin tempatnya bekerja libur selama sepuluh hari setelah lebaran hingga hari pemilihan.

Pemilukada provinsi Lampung dengan sebanyak empat pasangan calon menjadi satu daerah dari sebanyak 171 daerah di Indonesia yang melakukan Pilkada serentak. Sebanyak 171 daerah di antaranya 17 provinsi, 39 kota, 115 kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada 2018.

Sementara untuk paslon kepala daerah Lampung yang bertarung dalam Pilgub tersebut yakni Muhamad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman HN- Sutono, Arinal Junaidi-Chusunia Chalim dan Mustafa-Ahmad Jajuli.

Baca Juga
Lihat juga...