Pemkab Karanganyar Jemput Bola Optimalkan IPLT

Editor: Koko Triarko

243
SOLO — Pemerintah Kabupaten Karanganyar, tengah memproyeksikan salah satu program ramah lingkungan pengelolaan limbah domestik, yakni dengan optimalisasi Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) dengan cara jemput bola ke rumah-rumah warga. 
Setidaknya, ada 2.000 warga miskin yang diberikan layanan gratis untuk optimalisasi IPLT yang ada di Kaliboto, Mojogedang, Karanganyar. Warga pun diberikan kartu sanitasi untuk mendapatkan layanan sedot tinja secara gratis oleh pemerintah kabupaten.
Pjs. Buapti Karanganyar, Prijo Anggoro (kaos tangan) didampingi Kepala DLH, Edi Yusworo (paling kanan) saat melakukan penjemputan limbah domestik. -Foto: Harun Alrosid
“Program ini bernama hibah air limbah setempat dalam mendukung akses sanitasi layak di Karanganyar. Ini sudah kami paparkan pada 2017 lalu, saat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Edi Yusworo, di sela peluncuran program yang menjadi percontohan pengelolaan IPLT, Rabu (6/6/2018).
Lebih lanjut dijelaskan, apa yang tengah dilakukan di Karanganyar merupakan program Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, PUPR.
Sebab, katanya, program ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2017, yakni stop buang air besar sembarangan (BABS). “Ini karena pada 2016 di Karanganyar ada 30.000 warga yang tidak memiliki jamban. Setelah BABS ini dilanjutkan dengan pengelolaan limbah domestik,” urai Edi.
Program optimalisasi IPLT ini dengan meningkatkan pelayanan, yakni dengan menambah tangki untuk sedot tinja ke rumah-rumah warga miskin. Selain di rumah, pihaknya juga bekerja sama dengan Baznas untuk mengambil kotoran di 400 tempat ibadah yang telah ditunjuk sebelumnya.
Optimalisasi pengolahan lumpur tinja di IPLT ini, karena selama ini belum maksimal, karena suplai limbah domestik sangat sedikit. Dengan adanya program jemput bola dari 2.000 warga ini, diharapkan akan mencukupi untuk pengolahan di IPLT.
“Kita sudah memiliki Infrastruktur IPLT. Tentunya, harus dioptimalkan. Dengan optimalisasi jemput bola ini, diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Karanganyar,” imbuhnya.
Pjs. Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro,  menambahkan, pemerintah sangat mendukung program optimalisasi IPLT. Sebab, adanya puluhan ribu warga yang sebelumnya tidak memiliki jamban ini harus dikawal terus, sehingga pola hidup bersih dan sehat tidak terhenti.
“Sangat apresiasi kerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholders terkait.  Lha, bagaimana?  Kotoran saja diberesi. Ini pentingnya pemerintah hadir untuk masyarakat,” tandasnya.
Baca Juga
Lihat juga...