Pemkot Pangkalpinang Bangun 374 Rumah Layak Huni

310

PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam waktu dekat akan membangun sebanyak 374 rumah layak huni yang tersebar di tujuh kecamatan di kota itu.

Plt Wali Kota Pangkalpinang, Muhammad Sopian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program prioritas pemkot demi percepatan dan pemerataan peningkatan kesejahteraan masyarakat sampai ke tingkat kelurahan yang berasal dari program Sasaran Sekawan Sejahtera (SSS).

“Jadi ini merupakan dari bagian janji kampanye kami pada 2013 lalu, yang kala itu saya berpasangan dengan Irwansyah. Makanya, sebelum kegiatan ini dimulai masyarakat harus tahu dulu dan ini perlu disosialisasikan,” katanya Sopian, Selasa (26/6/2018).

Program SSS ini sudah dilaksanakan sejak 2014, hanya saja dari 2014 hingga 2017 pembangunannya difokuskan pada sarana lingkungan seperti jalan setapak, saluran dan fasilitas umum lainnya.

“Karena pembangunan sarana lingkungan sudah selesai, saya perintahkan Kepala Disperkim agar program SSS di tahun 2018 ini difokuskan pada pembangunan rumah layak huni. Karena kami melihat masih banyak saudara-saudara kita yang rumahnya tergolong rumah tidak layak huni. Karena itu, kami berinisitif tahun ini kita fokuskan pada pembangunan rumah tidak layak huni saja,” katanya.

Untuk itu dirinya meminta kepada penerima bantuan rumah tidak layak huni agar bisa bersabar, karena dalam pembangunan ini banyak proses yang harus dilalui.

“Jadi saya mohon kepada penerima bantuan untuk bersabar karena di lapangan sering terdengar bahwa pemerintah ini hanya berbohong, disurveilah, diukurlah, tapi belum dibangun. Jadi jangan termakan isu, ikuti proses prosedurnya, tunggu di rumah sambil berdoa agar rumahnya cepat dibangun. Jadi warga yang mendapatkan bantuan ini harus bersyukur,” ujarnya.

Sebelumnya Pemkot Pangkalpinang sudah membangun sebanyak 451 unit rumah layak huni yang berasal dari bantuan swadaya masyarakat dan instansi lainnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Pangkalpinang, Miego menyebutkan bahwa jumlah rumah layak huni yang dibangun sebanyak 374 unit terdiri atas 250 unit berasal dari APBD Kota Pangkalpinang dan 124 unit dari bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Jadi dalam pembangunannya nanti yang dibangun baru sebanyak 50 unit, sedangkan sisanya 324 unit peningkatan kualitas atau direhab,” katanya.

Berdasarkan data dari Tim KoTAKU, jumlah rumah tidak layak huni di Pangkalpinang sebanyak 784 unit. Untuk itu, sisanya nanti akan dituntaskan pada 2019 karena sudah dimasukkan ke dalam rencana program kerja.

“Jadi insya Allah pada 2019 Pangkalpinang bebas dari rumah tidak layak huni. Tentunya semua ini berkat komitmen Pak Sopian dalam menunaikan janji politiknya pada Pilwako 2013 lalu,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...